Pencadangan bank masih tinggi



Jakarta. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakin tahun depan biaya pencadangan perbankan bisa turun. Penurunan ini bisa terjadi seiring penciutan rasio kredit bermasalah atawa non-performing loan (NPL) perbankan.

Berdasarkan data OJK, per September 2016 rasio NPL perbankan berangsur turun menjadi 3,1%, dari sebulan sebelumnya yang sebesar 3,22%. "Pertumbuhan kredit juga sudah menggeliat,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, Senin (7/11).

Kendati demikian, OJK meminta perbankan tetap mewaspadai efek negatif kredit macet. Dus, OJK pun sudah meminta perbankan menaikkan pencadangan.


Para bankir pun mematuhi titah OJK tersebut. Ini terlihat pada kuartal III 2016 industri perbankan cenderung menaikan rasio pencadangan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk misalnya, sudah menaikan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) menjadi 166%, setara Rp 22,3 triliun.

Direktur Utama BRI Asmawi Syam mengatakan, besaran rasio  CKPN tersebut naik ketimbang periode Januari–September tahun 2015 yang sebesar 150%.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga meningkatkan coverage ratio dari 139,6% menjadi 143,2% atau setara Rp 15,87 triliun. Kenaikan CKPN ini ditempuh guna menjaga rasio NPL di level 3%.

Asal tahu saja, bank berlogo 46 tersebut sempat membukukan pertumbuhan NPL di kuartal III 2016 menjadi 3,1% dari 2,8% pada periode sama tahun 2015.

Berbeda dengan bank lain, PT Bank Mandiri Tbk justru menurunkan rasio pencadangan dari 131,9% pada Kuartal II 2015 menjadi 126,6% di kuartal III tahun ini. Alasannya, bank dengan aset terbesar kedua di Indonesia ini telah menurunkan NPL dari 3,86% menjadi 3,81%.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan hingga akhir tahun pihaknya akan memasang coverage ratio di kisaran 130%. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga menurunkan rasio pencadangan menjadi 39,24% di Kuartal III 2016. Menurut Direktur Keuangan BTN Iman Nugroho Soeko, besaran rasio pencadangan tergantung dari kualitas kredit yang mampu dikelola. "Rasio ini ditentukan untuk mengelola NPL BTN," kata Iman.

Hingga akhir tahun BTN menargetkan dapat menekan rasio NPL di bawah 3%. Saat ini NPL BTN berada di level 3,6%.

Selain bank pelat merah, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) hingga September 2016 juga menambah biaya cadangan sebesar Rp 3,1 triliun. Adapun coverage ratio BCA di sembilan bulan pertama 2016 mencapai 201%, naik dari 193% di kuartal II tahun 2016.

Meski membukukan kenaikan kredit bermasalah, namun rasio kredit macet emiten bersandi saham BBCA itu masih lebih rendah dibanding rata-rata industri yang mencapai sebesar 1,5%.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News