Pencairan utang kereta cepat JKT-BDG diuber



JAKARTA. PT Kereta Cepat Indonesia China menggeber pencairan utang untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Upaya tersebut, dilakukan setelah beberapa waktu lalu kontrak perjanjian pinjaman senilai US$ 4,498 miliar untuk pembiayaan proyek yang pencanangannya sudah dilakukan sejak awal 2016 lalu ditandatangani oleh PT Kereta Cepat Indonesia China dan Bank Pembangunan China (CDB). Bintang Perbowo, Dirut PT Wijaya Karya (Persero) anggota konsorsium proyek tersebut mengatakan, rencananya pinjaman diuber agar Juni nanti pinjaman US$ 1 miliar cair. Agar pencairan tersebut bisa segera dilakukan, saat ini KCIC tengah berupaya untuk memenuhi syarat administrasi pencairan utang tersebut. Salah satunya, surat persetujuan Kementerian Keuangan yang diharapkan bisa diberikan akhir bulan ini.  "Itu menyangkut pemanfaatan tanah negara di daerah Halim, itu masih kami tunggu," katanya di Jakarta, Senin (29/5). Sementara itu Pontas Tambunan, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN mengatakan, walau berkeinginan untuk mempercepat pencairan pinjaman dari Bank Pembangunan China, sampai saat ini persiapan proyek kereta api bernilai investasi Rp 80 triliun tersebut belum beres. Masalah salah satunya berkaitan dengan pengadaan lahan. Berdasarkan data Kementerian BUMN, walaupun proyek tersebut sudah dicanangkan sejak awal 2015, proses pembebasan lahan baru mencapai 53%. Bintang mengatakan, pembebasan lahan salah satunya terganjal oleh pemilik lahan. Mereka minta semua lahan mereka dibayar. Padahal, lahan yang dibutuhkan untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta- Bandung hanya sedikit. "Tanggung- tanggung, ada yang kena sedikit, tapi minta diganti rugi semua kan susah," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan