KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) masih giat mencari investor baru untuk berbagi kepemilikannya di Bank Muamalat. Mengingatkan kembali, BPKH menerima hibah saham Bank Muamalat dari sejumlah pihak, yakni Islamic Development Bank, National Bank of Kuwait, Boubyan Bank, dan Sedco Group pada 2021. Total-total, kepemilikan BPKH atas Bank Muamalat dari hibah itu mencapai 87,42%. Kemudian, Bank Muamalat melakukan aksi korporasi
rights issue yang rampung pada 2022, yang mana membuat kepemilikan BPKH terdilusi menjadi tinggal 82,69%.
Namun, meski sudah berkurang, kepemilikan BPKH atas Bank Muamalat masih belum memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 56/POJK.03/2016.
Baca Juga: Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melejit 33 Kali Lipat, Tembus Rp 1,1 Triliun Yang mana, suatu saham badan hukum lembaga keuangan non bank yang tak diawasi dan diatur oleh OJK hanya boleh memiliki maksimal 30% dari modal bank. Demi memenuhi peraturan tersebut, BPKH terus berupaya mencari investor baru. Dalam catatan Kontan, pada awal tahun lalu BPKH telah menyusun rencana untuk menjual Bank Muamalat. Itu dilakukan sembari terus memperbaiki bisnis bank sendiri. Namun, hingga kini belum nampak tanda-tanda transaksi terkait. Saat ini, Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Indonesia Hayunaji menyebut BPKH justru tengah dalam upaya penjajakan dengan sejumlah pihak. “Yang kami ketahui, saat ini BPKH tengah menjajaki sejumlah
strategic operating partner baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkap Hayunaji kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: Bank Muamalat Dorong Pembiayaan Emas Syariah via Aplikasi Muamalat DIN Partner itu, kata Hayunaji, nantinya bakal bersama-sama dengan BPKH memperkuat dan mempercepat pertumbuhan bisnis Bank Muamalat. Di luar itu, yang pasti Hayunaji bilang BPKH sebagai pemegang saham pengendali terus berkomitmen dan terus berikhtiar memperkuat kinerja Bank Muamalat, termasuk melalui kolaborasi di aspek-aspek tertentu, utamanya dalam ekosistem haji. Hayunaji memastikan Bank Muamalat berkomitmen menjadi bank yang sustain, sehat, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi nasabah dan masyarakat.
Baca Juga: Bank Muamalat Catat Transaksi Muamalat DIN Tumbuh 18,7% Hingga November 2025 Untuk diketahui, hingga September 2025 Bank Muamalat tercatat memiliki aset sebesar Rp 61,31 triliun, naik dari posisi Rp 60,02 triliun pada Desember 2024. Namun, modal inti bank tercatat turun menjadi Rp 3,78 triliun dari Rp 3,87 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News