Pencopotan tiga direksi Sriwijaya Air tanpa persetujuan Garuda Indonesia



KONTAN.CO.ID -JAKARTA  Belum lama ini, hubungan kerjasama manajemen (KSM) maskapai Sriwijaya Air Group dengan Garuda Indonesia Group mengalami masalah. Tiga direksi Sriwijaya Air yang berasal dari pejabat di Maskapai Garuda Indonesia dicopot. Sebagian nama itu adalah Joseph Saul sebagai Direktur Utama Sriwijaya Air, pernah menjabat General Manager Garuda Indonesia Denpasar dan Joseph Tendean selaku Direktur Komersial Sriwijaya, pernah menjabat sebagai Senior Manager Ancillary Garuda Indonesia.

Baca Juga: Ada apa dengan Sriwijaya Air sampai penumpang tak bisa terbang? Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan bahwa yang dilakukan Sriwijaya Air atas pencopotan direksi tersebut tanpa persetujuan Garuda Indonesia. "Jadi ya bisa dibilang sepihak," katanya kepada Kontan.co.id pada Kamis (26/9). Sampai saat ini, menurut Ikhsan, Garuda Indonesia tetap terbuka terhadap komitmen KSM bersama Sriwijaya Air sepanjang ada kesesuaian. Toh awalnya, KSM dilakukan atas inisiatif Sriwijaya Air yang meminta bantuan Garuda Indonesia agar kinerja keuangan dan operasional membaik. Sriwijaya Air, kata Ikhsan, memiliki 6.000 karyawan yang kesejahteraannya perlu diperhatikan. Selain itu kondisi keuangannya juga perlu diperbaiki. Sriwijaya Air diketahui juga memiliki utang ke sejumlah BUMN. Mengutip Kompas.com, utang itu di antaranya ke Bank Negara Indonesia, Pertamina, dan Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF).

Baca Juga: BI: Aksi demonstrasi tekan kurs rupiah ke kisaran level Rp 14.100 Lalu apa yang dilakukan Garuda Indonesia terhadap KSM itu, adalah melakukan coaching, meningkatkan layanan, hingga memasang logo Garuda Indonesia di armada Sriwijaya Air untuk memperkuat brand. "Bisnisnya jadi bagus," tambah Ikhsan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini