Pendaftaran Bintara Polri 2026 Dibuka, Simak Formasi dan Jadwal Seleksinya



KONTAN.CO.ID -  Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali memanggil putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung melalui jalur rekrutmen Bintara Polri tahun anggaran 2026.

Peluang karier pengabdian negara ini terbuka bagi lulusan SMA hingga sarjana yang memenuhi kualifikasi fisik dan administrasi sesuai standar kepolisian.

Masa pendaftaran online dan verifikasi dokumen dijadwalkan berlangsung cukup singkat, yakni mulai tanggal 9-30 Maret 2026.


Baca Juga: Nomor Asing Terus Chat? Simak Alasan Kenapa WhatsApp Kena Spam

Mengingat tingginya minat masyarakat setiap tahunnya, calon pendaftar diharapkan segera mempersiapkan berkas fisik dan memahami alur registrasi digital agar tidak terhambat kendala teknis menjelang batas waktu penutupan.

Penerimaan anggota Polri tahun ini mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

Seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya alias gratis, sehingga masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Detail Formasi Bintara Polri 2026

Melansir informasi dari laman resmi rekrutmen Polri, pendaftaran Bintara tahun ini dibuka untuk berbagai spesialisasi. Hal ini menunjukkan bahwa Polri membutuhkan personel dengan keahlian beragam, mulai dari tenaga kesehatan hingga ahli pertanian. Berikut adalah 15 formasi yang tersedia:

  • Bintara PTU (Polisi Tugas Umum) berkemampuan SPKT.
  • Bakomsus Humas.
  • Bakomsus Musik.
  • Bakomsus Tenaga Kesehatan.
  • Bakomsus Tenaga Pendidik.
  • Bintara Berkemampuan Intelijen.
  • Bakomsus Pertanian.
  • Bakomsus Perkebunan.
  • Bakomsus Perikanan.
  • Bakomsus Teknik Sipil.
  • Bakomsus Penyidik.
  • Bakomsus Peternakan.
  • Bakomsus Gizi.
  • Bintara Polair.
  • Bakomsus Akuntansi.
Baca Juga: Redmi 15A Resmi Meluncur: Baterai 6.300 mAh dan Layar 120Hz, Harga Rp 2 Jutaan

Syarat Umum Pendaftaran

Berdasarkan data yang dihimpun dari sumber resmi, terdapat beberapa kriteria dasar yang wajib dipenuhi oleh setiap calon peserta seleksi:

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Pendidikan paling rendah SMU atau sederajat.
  • Berumur paling rendah 18 tahun pada saat dilantik menjadi anggota Polri.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (dibuktikan dengan SKCK dari Polres setempat).
  • Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela.

Tata Cara Pendaftaran Online

Calon peserta wajib mengikuti prosedur registrasi digital secara mandiri melalui langkah-langkah berikut:

  • Pendaftar membuka website penerimaan anggota Polri di alamat penerimaan.polri.go.id.
  • Pilih jenis seleksi "Bintara Polri" pada halaman utama. Jika mengalami kesulitan, peserta dapat meminta bantuan panitia di daerah (Polda/Polres).
  • Mengisi form registrasi yang meliputi identitas diri, NIK yang terdaftar di Disdukcapil, identitas orang tua, dan keterangan lain sesuai format.
  • Pastikan data yang dimasukkan benar dan akurat. Cek kembali sebelum melakukan finalisasi data.
  • Setelah berhasil, pendaftar akan mendapatkan nomor registrasi online beserta username dan password untuk login ke dashboard pendaftar.
  • Gunakan dashboard tersebut untuk memantau perkembangan nilai dan mengunggah berkas digital yang diminta.
  • Cetak form registrasi online sebagai bukti untuk proses verifikasi di Polres setempat.
Perlu diingat bahwa batas waktu verifikasi data terhitung selama pendaftaran online berlangsung sesuai jadwal dan tidak ada toleransi perpanjangan waktu bagi peserta yang terlambat.

Detail Dokumen Persyaratan (Verifikasi Offline)

Pendaftar harus datang sendiri ke Polres atau Polda untuk verifikasi dengan membawa berkas asli dan fotokopi sebanyak 2 (dua) rangkap:

  • KTP asli dan fotokopi.
  • Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi legalisir Disdukcapil (KK dengan barcode tidak perlu legalisir).
  • Akte kelahiran asli dan fotokopi legalisir (akte dengan barcode tidak perlu legalisir).
  • Ijazah asli (SD, SMP, SMA/sederajat) beserta transkrip nilai dan fotokopi legalisir.
  • SKCK asli dari Polres setempat dan fotokopi legalisir.
  • Pas foto berwarna latar kuning ukuran 4 x 6 sebanyak 10 lembar.
  • Surat persetujuan orang tua atau wali.
  • Surat permohonan menjadi anggota Polri yang ditulis tangan.
  • Surat pernyataan belum pernah menikah secara hukum positif, agama, maupun adat.
  • Daftar riwayat hidup (hasil cetak dari website).
  • Surat perjanjian ikatan dinas pertama anggota Polri.
  • Surat pernyataan tidak terikat perjanjian dengan instansi lain.
  • Surat pernyataan tidak melakukan KKN, tidak menggunakan sponsorship, serta tidak mendukung paham yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.
Tonton: Kejaksaan Agung Tahan Samin Tan! Skandal Tambang Ilegal 9 Tahun, Denda Rp4,2 Triliun Dibongkar

Jadwal Seleksi Bintara Polri 2026

Bersumber dari jadwal resmi Kepolisian, berikut adalah linimasa seleksi yang harus dilalui peserta:

  • 9-30 Maret 2026: Pendaftaran Online dan Verifikasi Offline.
  • 31 Maret 2026: Penandatanganan Pakta Integritas.
  • 5-10 April 2026: Pemeriksaan Administrasi (Rikmin) Awal.
  • 12-25 April 2026: Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I.
  • 26 April-3 Mei 2026: Ujian CAT Psikologi Tahap I.
  • 12-26 Mei 2026: Uji Akademik, Uji Komputer, dan TKK (khusus Bakomsus).
  • 4 Juni 2026: Sidang menuju Rikkes II.
  • 7-10 Juni 2026: Pemeriksaan Kesehatan Tahap II.
  • 11-15 Juni 2026: Uji Kesamaptaan Jasmani (UKJ).
  • 16-20 Juni 2026: Psikologi Tahap II dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK).
  • 24-26 Juni 2026: Supervisi Panitia Pusat.
  • 3 Juli 2026: Sidang Akhir Kelulusan.
  • 20 Juli 2026: Pembukaan Pendidikan Bintara Polri.
Verifikasi dilaksanakan setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 waktu setempat. Peserta wajib hadir tanpa diwakilkan karena akan dilakukan perekaman wajah (face recognition) serta pengukuran tinggi dan berat badan menggunakan alat ukur yang telah ditera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News