LONDON. Li Ka-Shing terus memproses rencana pembelian operator telekomunikasi terbesar kedua di Inggris, O2. Kabar terbaru, miliarder asal Hong Kong tersebut tengah mencari partner strategi untuk mendanai akuisisi O2. Sumber Telegraph berbisik, Li Ka-Shing tengah berbincang dengan sejumlah perusahaan investasi kakap yang berminat mendanai aksi Hutchison Whampoa membeli O2. Sejumlah pihak yang sudah didekati Li Ka-Shing di antaranya, China Investment Corporation, Temasek, dan perusahaan investasi milik Pemerintah Qatar. "Perusahaan investasi yang terpilih akan mendanai sekaligus menjadi pemegang saham di Hutchison hingga sepertiga dari total saham," ujar sumber Telegraph, Senin (2/2). Sekadar mengingatkan, Hutchison mengajukan penawaran harga sekitar £ 10,25 miliar atau setara US$ 15 miliar untuk mengakuisisi O2. Hutchison akan membeli saham O2 dari Telefonica. Pasca akuisisi, Hutchinson bakal merger dengan O2.
Pendanaan akuisisi O2
LONDON. Li Ka-Shing terus memproses rencana pembelian operator telekomunikasi terbesar kedua di Inggris, O2. Kabar terbaru, miliarder asal Hong Kong tersebut tengah mencari partner strategi untuk mendanai akuisisi O2. Sumber Telegraph berbisik, Li Ka-Shing tengah berbincang dengan sejumlah perusahaan investasi kakap yang berminat mendanai aksi Hutchison Whampoa membeli O2. Sejumlah pihak yang sudah didekati Li Ka-Shing di antaranya, China Investment Corporation, Temasek, dan perusahaan investasi milik Pemerintah Qatar. "Perusahaan investasi yang terpilih akan mendanai sekaligus menjadi pemegang saham di Hutchison hingga sepertiga dari total saham," ujar sumber Telegraph, Senin (2/2). Sekadar mengingatkan, Hutchison mengajukan penawaran harga sekitar £ 10,25 miliar atau setara US$ 15 miliar untuk mengakuisisi O2. Hutchison akan membeli saham O2 dari Telefonica. Pasca akuisisi, Hutchinson bakal merger dengan O2.