KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengestimasi setidaknya bakal membutuhkan dana hingga Rp 362,06 triliun untuk melakukan pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) tahun 2018. Lantaran tak bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semata, peran swasta diharapkan dapat meringankan beban finansial tersebut. Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo menyampaikan bahwa peran swasta dalam pembiayaan PSN tahun 2018 diharapkan dapat berkontribusi hingga 51% total biaya alias setara Rp 185,80 triliun. Sedangkan APBN bakal menyediakan Rp 64,83 triliun alias 18% pendanaan dan pihak BUMN/D sebesar Rp 111,43 triliun atau 31% total pendanaan 2018. Sedangkan untuk keseluruhan PSN dari 2015-2019, pemerintah membutuhkan dana Rp 4.092 triliun. Targetnya, sekitar 59% pendanaan atau Rp 2.414 triliun bakal berasal dari swasta. Pendanaan BUMN ditargetkan sebesar Rp 1.255 triliun atau 31% total anggaran dan APBN bakal menyumbang Rp 423 triliun alias 10%.
Pendanaan swasta di proyek strategis nasional ditargetkan Rp 185,80 triliun tahun ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengestimasi setidaknya bakal membutuhkan dana hingga Rp 362,06 triliun untuk melakukan pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) tahun 2018. Lantaran tak bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semata, peran swasta diharapkan dapat meringankan beban finansial tersebut. Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo menyampaikan bahwa peran swasta dalam pembiayaan PSN tahun 2018 diharapkan dapat berkontribusi hingga 51% total biaya alias setara Rp 185,80 triliun. Sedangkan APBN bakal menyediakan Rp 64,83 triliun alias 18% pendanaan dan pihak BUMN/D sebesar Rp 111,43 triliun atau 31% total pendanaan 2018. Sedangkan untuk keseluruhan PSN dari 2015-2019, pemerintah membutuhkan dana Rp 4.092 triliun. Targetnya, sekitar 59% pendanaan atau Rp 2.414 triliun bakal berasal dari swasta. Pendanaan BUMN ditargetkan sebesar Rp 1.255 triliun atau 31% total anggaran dan APBN bakal menyumbang Rp 423 triliun alias 10%.