Pendapat analis soal TRIO pasarkan Xiaomi



JAKARTA. PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) tengah berusaha mengembangkan lini bisnisnya. Nah, TRIO baru saja melakukan penandatanganan dengan Xiaomi yang merupakan merek telepon seluler asal Cina. Nantinya, TRIO akan menjadi distributor resmi berbagai produk Xiaomi mulai dari ponsel hingga aksesoris.

Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menyebut bahwa pemboyongan Xiaomi ke Indonesia ini bisa berdampak positif terhadap kinerja TRIO. “Tapi ini tergantung marginnya berapa,” ucapnya.

Maklum, laba TRIO menipis 3,19% dari Rp 113,88 miliar menjadi Rp 110,24 miliar di kuartal pertama. Padahal, pendapatannya masih bisa tumbuh 28,27% dari Rp 2,44 triliun ke posisi Rp 3,13 triliun.


Ia melihat bahwa Xiaomi merupakan produk yang sangat meledak di Cina. Namun belum bisa diprediksi apabila dengan merambah Indonesia, produknya bisa sefenomenal di sana.

William bilang, masuknya produk baru ini hanya membuat pembagian pangsa pasar telepon genggam menjadi semakin sedikit. Pasalnya, demografi masyarakat cenderung tak meningkat. Menurut dia, bisnis telepon genggam pun tengah melambat karena rasa ingin tahu masyarakat terhadap produk baru yang menurun. Meski begitu, TRIO masih diuntungkan dengan posisinya sebagai authorized dealer operator.

Sekedar informasi, perusahaan regional distributor dan riteler produk telekomunikasi yang berbasis di Singapura, Polaris Ltd baru saja masuk menjadi pemegang saham TRIO. Polaris mengambil 446,91 juta saham dari PT SL Trio dan 54,44 juta saham dari Direktur TRIO Sugiono Wiyono Sugialam. Sehingga, Polaris pun menggenggam 10,59% kepemilikan di TRIO.

Saham TRIO tampak tak bergerak di harga Rp 1.585 per pukul 15.13 WIB. William menilai, likuiditas saham tersebut memang kurang. Ia pun merekomendasikan hold dengan target harga Rp 1.750.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie