Pendapatan Adi Sarana (ASSA) Nyaris Rp 6 Triliun pada 2025, Ini Faktor Pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan dan laba PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) kompak melonjak pada tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan ASSA sepanjang tahun lalu nyaris tembus level Rp 6 triliun, tepatnya membukukan Rp 5,98 triliun.

Pendapatan ASSA mengalami kenaikan 20,80% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan raihan Rp 4,95 triliun pada tahun 2024. Pada saat yang sama, ASSA mencatat kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 18,26% (yoy) menjadi Rp 4,08 triliun.


Hasil tersebut mendongkrak laba bruto ASSA sebanyak 26,66% (yoy) dari Rp 1,50 triliun menjadi Rp 1,90 triliun pada tahun 2025. Sementara laba usaha ASSA melonjak 44,40% (yoy) dari Rp 705,29 miliar menjadi Rp 1,01 triliun.

Baca Juga: APSI Gandeng Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Properti Syariah di Indonesia

ASSA pun membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 596,58 miliar pada tahun 2025, atau meningkat 80,72% dibandingkan raihan Rp 330,11 miliar pada 2024. Secara bottom line, ASSA meraih laba bersih sebesar Rp 417,74 miliar pada tahun 2025.

Laba bersih ASSA melonjak 71,38% dibandingkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2024, yang kala itu sebesar Rp 243,74 miliar. Sejalan dengan pertumbuhan kinerja ini, laba per saham dasar ASSA meningkat dari Rp 66,04 pada 2024 menjadi Rp 113,18 per 31 Desember 2025.

Direktur Utama Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto menjelaskan, kinerja ASSA ditopang oleh tiga pilar bisnis utama. Pertama, sewa kendaraan korporasi (ASSA Rent). Kedua, logistik value chain (Cargoshare Logistics, Anteraja, ASSA Logistics) dari hulu ke hilir.

Ketiga, ekosistem kendaraan bekas PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) melalui JBA dan Caroline.  Prodjo mengatakan bahwa hampir seluruh segmen bisnis ASSA memberikan kontribusi positif. Segmen logistik menjadi motor utama pertumbuhan kinerja ASSA, dengan menyumbang sekitar 44% terhadap total pendapatan.

Meningkatnya permintaan layanan distribusi dari pelanggan ASSA, baik melalui Cargoshare maupun Anteraja menjadi penyebab utama kinerja positif segmen ini. Hasilnya, pendapatan dari bisnis ini tumbuh sekitar 39% (yoy) hingga mencapai Rp 2,7 triliun.

Baca Juga: Garuda Indonesia Targetkan 2026 Jadi Titik Balik, Siap Operasikan 118 Unit Armada

Kontributor berikutnya berasal dari segmen bisnis rental dengan perolehan pendapatan senilai Rp 2 triliun atau tumbuh sekitar 5% (yoy). Segmen rental ASSA memiliki basis pelanggan yang bervariasi sehingga tidak tergantung pada satu pelanggan. Hal ini menjadi faktor penentu ketangguhan bisnis segmen rental ASSA.

Ekosistem kendaraan bekas ASSA juga menunjukkan penguatan. Segmen pendapatan mobil bekas membukukan pendapatan Rp 1,1 triliun atau tumbuh sekitar 23% (YoY). Sementara segmen jasa lelang turut menyumbang Rp 260,8 miliar sepanjang tahun 2025.

“Untuk menjaga supaya momentum pertumbuhan ini bisa terus berkelanjutan, ASSA akan terus melanjutkan ekspansi serta melakukan efisiensi operasional,” ungkap Prodjo dalam keterangan tertulis yang disiarkan pada Rabu (18/3/2026).

Pada ekosistem logistik, ASSA terus berupaya menjadi pemain solusi end-to-end logistik lengkap dengan menghadirkan layanan-layanan yang sesuai kebutuhan pelanggan. Dalam bisnis ini, ASSA memilih untuk fokus pada pengembangan segmen B2B melalui unit bisnis Cargoshare.

Guna semakin meningkatkan kemampuan layanan bisnis logistik, saat ini ASSA sedang dalam tahap penyelesaian gudang terbesar Coldspace di Pulo Gadung yang akan melayani dan mengoptimalkan cold chain delivery.

ASSA juga terus gencar berekspansi di ekosistem bisnis kendaraan bekas yang dikelola anak usahanya, yaitu ASLC. Caroline.id terus berekspansi membangun cabang baru ke wilayah-wilayah potensial, sementara JBA terus mengoptimalkan kinerja lelang. Adapun pada bisnis rental armada, ASSA terus melakukan peremajaan armada melalui pembelian unit baru serta menjaga jumlah armada di kisaran 29.000-30.000 unit.

“Dengan berbagai langkah tersebut, kami optimistis ASSA akan dapat menjaga momentum pertumbuhan kinerja sehingga dapat berkesinambungan setiap tahunnya. Untuk tahun ini, ASSA secara konservatif menargetkan pertumbuhan kinerja yang solid,” tutup Prodjo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News