Pendapatan Anthropic Melonjak 1.100% Jelang IPO, Tapi Masih Rugi Besar



KONTAN.CO.ID - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic melaporkan lonjakan pendapatan lebih dari 1.100% pada kuartal III 2026.

Kinerja tersebut diumumkan ketika perusahaan bersiap melantai di bursa saham Wall Street, dengan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat.

Dalam dokumen pendaftaran yang diperbarui pada Senin (2/11), Anthropic mencatat pendapatan sebesar US$17 miliar atau sekitar Rp308,5 triliun pada periode Juli-September 2026.


Angka itu meningkat tajam dibandingkan US$1,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Anthropic Prediksi AI Bisa Dongkrak Ekonomi AS hingga US$44 Triliun pada 2030

Kerugian Bersih Membengkak

Meski pendapatan tumbuh pesat, Anthropic masih membukukan kerugian bersih sebesar US$23,3 miliar atau sekitar Rp423,5 triliun.

Mengutip CNA, sebagian besar kerugian tersebut berasal dari beban akuntansi non-tunai yang berkaitan dengan kenaikan valuasi perusahaan.

Di sisi operasional, Anthropic kembali mencatatkan kerugian sebesar US$567 juta atau sekitar Rp10,3 triliun pada kuartal III 2026.

Perusahaan menyebut peningkatan biaya untuk memperoleh kapasitas komputasi jangka pendek menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja operasional.

Di tengah persiapan IPO, Anthropic juga mengungkapkan komitmen belanja sekitar US$895 miliar atau setara Rp16.270 triliun.

Belanja itu akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan, dengan porsi besar dijadwalkan berlangsung selama lima tahun mendatang.

Kebutuhan komputasi menjadi salah satu pengeluaran utama perusahaan AI seiring meningkatnya pengembangan dan penggunaan teknologi tersebut.

Baca Juga: Ini Daftar IPO Terbesar di Dunia, Anthropic Akan Menjadi Salah Satunya

IPO Anthropic Semakin Dekat

IPO Anthropic diperkirakan berlangsung paling cepat pada pekan berikutnya setelah laporan keuangan tersebut dirilis.

Penawaran saham ini menjadi salah satu momen penting bagi industri AI, karena investor ritel akan mendapat kesempatan membeli saham secara langsung di perusahaan AI besar yang berdiri sendiri.

Di saat yang sama, rencana ini muncul di tengah berkembangnya kekhawatiran investor terhadap besarnya pengeluaran industri AI.

Situasi terlihat semakin mengkhawatirkan setelah sejumlah perusahaan teknologi besar mengalami aksi jual tajam pada pekan sebelumnya.

Kondisi itu terjadi setelah laporan keuangan terbaru memperlihatkan besarnya investasi AI, sementara tanda-tanda keuntungan dari pengeluaran tersebut dinilai belum cukup jelas.

Dokumen pendaftaran IPO Anthropic yang mencapai sekitar 400 halaman juga memuat lebih dari 90 halaman pembahasan mengenai risiko bisnis.

Salah satu perhatian perusahaan adalah risiko dari teknologi AI itu sendiri.

Baca Juga: Anthropic Bidik IPO, Valuasi Dipatok Tembus US$ 2 Triliun