Pendapatan Arwana Citramulia (ARNA) Tumbuh 10,71% Sepanjang 2025



KONTAN.CO.ID - BANTEN. PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit sepanjang 2025. 

Berdasarkan laporan keuangannya, emiten keramik ini membukukan penjualan bersih yang meningkat 10,71% secara tahunan (year-on-year/yoy) ke level Rp 2,91 triliun, naik dari tahun sebelumnya di level Rp 2,63 triliun. 

Menurut manajemen ARNA, raihan tersebut ditopang oleh pengelolaan operasional yang disiplin, efisiensi biaya, serta strategi adaptif terhadap dinamika industri.


ARNA mencermati pencapaian ini sebagai bentuk kepercayaan pasar yang terjaga terhadap produk-produk Arwana, Uno, Arna, ditambah lini produk baru bernama Gloria. Sekaligus, menunjukkan akurasi pemasaran dan distribusi ARNA di tengah kondisi pasar yang tidak optimal.

Baca Juga: BGN Borong 25.000 Motor Listrik, Industri EV RI Diprediksi Terdongkrak

Meskipun begitu, dari sisi bottom line, laba bersih Arwana Citramulia terpantau menurun. ARNA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 400,48 miliar, terkoreksi 6% yoy dari Rp 425,97 miliar.

Rudy Sujanto, Chief Financial Officer PT Arwana Citramulia Tbk mengatakan, penurunan laba bersih perusahaan terjadi imbas tekanan biaya gas.

Ia menjelaskan, rata-rata harga pembelian gas meningkat dari US$ 6,68 per MMBtu pada 2024 menjadi US$ 8,03 per MMBtu pada tahun lalu, atau naik sekitar 20%. 

“Dengan begitu, kemahalan dari sisi gas yang di luar prediksi kami sekitar Rp 110 miliar pada tahun lalu,” kata Rudy dalam paparan publik di Cikande, Banten, Rabu (8/4/2026).

Akibat tekanan harga tersebut, lanjut Rudy, pihaknya belum mampu mencapai target laba bersih Rp 470 miliar pada tahun lalu.

Dari sisi kemampuan produksi, ARNA melakukan sejumlah langkah intensifikasi kemampuan produksi. Di antaranya, peremajaan mesin di Plant 2A untuk mengembangkan kemampuan produksi keramik lantai rectified.

Baca Juga: API Ungkap Peluang dan Tantangan Pengembangan Panas Bumi pada 2026, Begini Catatannya

Kedua, ARNA juga memodifikasi mesin produksi di Plant 2C Line 1 untuk meningkatkan efisiensi pemakaian gas.

Selanjutnya, perseroan juga melakukan transformasi Plant 2C Line 1 dari double firing menjadi single firing untuk meningkatkan efisiensi energi yang signifikan.

ARNA juga tahun lalu melakukan pemutakhiran mesin di Plant 4A untuk mendukung produksi keramik lantai rectified bernilai tambah tinggi.

Lebih lanjut, perseroan juga melakukan pengembangan kemampuan produksi Plant 5C untuk memproduksi ukuran-ukuran keramik baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News