Pendapatan ASSA Tumbuh 11% di Kuartal I-2026, Tapi Laba Tertekan Beban Operasional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid pada kuartal I-2026.

Perusahaan membukukan pendapatan Rp 1,54 trilliun, meningkat 11% dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,39 trilliun.

Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto, menjelaskan bahwa penguatan pilar bisnis logistik serta performa stabil di lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan perusahaan untuk periode ini. 


Namun, kenaikan pendapatan ini juga disertai dengan peningkatan beban biaya operasional.

Ini merupakan dampak dari langkah strategis ASSA dalam melakukan investasi infrastruktur jangka panjang termasuk persiapan projek baru untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis.

Baca Juga: Pendapatan Stagnan, Beban Membengkak Tekan Laba Ancol (PJAA) di Kuartal I 2026

Beban pokok pendapatan pada kuartal pertama ini tercatat sebesar Rp1,08 triliun, meningkat dari Rp967,21 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp 225,05 miliar dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 yang sebesar Rp182,45 miliar.

Pada akhirnya, ASSA tercatat memperoleh laba tahun berjalan sebesar Rp 141,45 miliar. Kenaikan beban biaya membuat perolehan laba tersebut sedikit lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp143,76 miliar.

 
ASSA Chart by TradingView

Terkait situasi geopolitik yang masih panas, tahun ini ASSA memilih melangkah dengan penuh kehati-hatian.

Maka dari itu, perusahaan memilih melakukan kegiatan ekspansi secara terukur dengan fokus pada peningkatan efisiensi, kapasitas dan kualitas layanan.

Baca Juga: Laba PGAS Melonjak 45,84% pada Kuartal I-2026, Manajemen Ungkap Faktor Pendorongnya

“Sekarang ini kami akan lebih fokus pada upaya untuk memenuhi permintaan yang ada sambil terus menata infrastruktur agar makin baik dan bisa tumbuh secara sehat di 2026,” kata Prodjo.

Pada bisnis Logistik, ASSA memilih memfokuskan kegiatan ekspansi pada kegiatan integrasi layanan logistik end-to-end untuk klien B2B guna meningkatkan efisiensi operasional jangka panjang.

Sementara terkait infrastruktur, perseroan menambah kapasitas gudang serta melakukan digitalisasi sistem pengiriman. Nah, investasi di infrastruktur inilah yang menyebabkan kenaikan biaya di awal tahun, termasuk di dalamnya penambahan personal untuk melayani klien-klien B2B.

Baca Juga: Fore Kopi (FORE) Catat Kenaikan Laba 60,47% Jadi Rp 9,43 Miliar di Kuartal I-2026

Adapun pada pilar bisnis rental (ASSA Rent) dan Bisnis Mobil Bekas (Caroline.id, JBA dan MotoGadai), ASSA fokus pada upaya peningkatan sinergi ekosistem. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News