Pendapatan Asuransi Ciputra Indonesia Tumbuh 39,75% pada Tahun 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2023.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasi pada Harian Kontan 26 April 2024, pendapatan Asuransi Ciputra Indonesia pada 2023 naik drastis menjadi Rp 467,73 miliar.

Nilai itu meningkat 39,75% dari pencapaian pada 2022, yakni Rp 334,68 miliar. Peningkatan itu salah satunya disokong oleh pendapatan premi dan hasil investasi perusahaan.


Baca Juga: Taspen Dorong Peningkatan Layanan dan Kepesertaan ASN

Asuransi Ciputra Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan terkait pendapatan premi sebesar 42,57% pada 2023, dibandingkan 2022. Adapun pendapatan premi pada 2023 sebesar Rp 460,11 miliar, sedangkan pada 2022 sebesar Rp 322,71 miliar.

Hasil investasi perusahaan pada 2023 tercatat sebesar Rp 30,54 miliar atau tumbuh 20,9%, dibandingkan pencapaian pada 2022 yang sebesar Rp 25,26 miliar.

Sementara itu, total beban perusahaan pada 2023 tercatat sebesar Rp 453,72 miliar. Nilai itu meningkat 37,54%, jika dibandingkan 2022 sebesar Rp 329,87 miliar.

Salah satu yang terbesarnya didorong jumlah beban klaim dan manfaat yang meningkat 59,8% menjadi Rp 200,08 pada 2023 dari Rp 125,20 miliar pada 2022.

Baca Juga: Ciputra Life Memperkecil Kerugian 4,48% Sepanjang 2021

Di sisi lain, Asuransi Ciputra Indonesia membukukan laba setelah pajak pada 2023 sebesar Rp 14,01 miliar. Nilai itu meningkat drastis 191,87%, dibandingkan 2022 yang hanya sebesar Rp 4,8 miliar.

Perusahaan juga tercatat memiliki aset sebesar Rp 714,06 miliar pada 2023. Aset investasi menjadi penyumbang terbesarnya yang mencapai Rp 547,60 miliar pada 2023. 

Adapun jumlah ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 165,97 miliar pada 2023. Angka itu naik 5,35%, dibandingkan 2022 yang sebesar Rp 157,53 miliar.

Rasio pencapaian solvabilitas alias risk based capital (RBC) perusahaan pada 2023 tercatat 262%. Nilai itu tentunya masih jauh di atas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebesar 120%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli