Pendapatan Berulang Jadi Penopang, Analis Rekomendasikan Beli Saham Pakuwon (PWON)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dinilai masih cukup menjanjikan sepanjang 2026, seiring strategi ekspansi agresif dan kuatnya kontribusi pendapatan berulang (recurring income).

Sebagai informasi, PWON mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,2 triliun pada tahun ini. Sebanyak 49% dana tersebut akan difokuskan untuk pengembangan lanjutan proyek superblock, sedangkan sisanya sekitar 51% dialokasikan untuk memperkuat basis aset perseroan melalui akuisisi lahan dan aset operasional.

Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan, ekspansi tersebut berpotensi menopang pertumbuhan jangka panjang PWON.


Menurutnya, prospek kinerja PWON masih cukup resilien di tengah tantangan makroekonomi, terutama karena sebagian besar portofolio pendapatan perseroan berasal dari recurring income (pendapatan berulang). Tercatat, pendapatan berulang kuartal I-2026 naik 8% yoy menjadi Rp 1,43 triliun. 

Baca Juga: AUD, NZD dan CAD Terhimpit Dolar AS, Ini Valas yang Menarik Dicermati

“Prospek PWON tetap resilien, didukung mayoritas portofolionya yang ditopang recurring-based revenue, terutama di tengah kondisi makroekonomi yang masih menantang,” ujar Harry kepada Kontan, Rabu (13/5/2026).

Selain itu, aset-aset PWON yang berada di lokasi strategis (prime location) turut mendukung tingkat okupansi dan lalu lintas pengunjung (traffic) pusat perbelanjaan tetap solid.

Harry melihat terdapat sejumlah katalis positif yang dapat menopang pergerakan bisnis PWON sepanjang tahun ini. Pertama, tingginya kontribusi recurring income yang membuat kinerja lebih stabil dibanding emiten properti yang bergantung pada penjualan proyek.

Kedua, peningkatan tingkat okupansi dan traffic mal yang berada di lokasi premium dinilai dapat menjaga pertumbuhan pendapatan berulang. Ketiga, ekspansi dan penambahan aset baru juga berpotensi menjadi pendorong kinerja jangka panjang.

Di sisi lain, terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati investor. Pelemahan daya beli masyarakat dinilai dapat memengaruhi aktivitas konsumsi dan penjualan properti. Selain itu, tekanan suku bunga tinggi juga berpotensi menghambat permintaan sektor properti.

Dari sisi kinerja keuangan, PWON membukukan pendapatan Rp 1,64 triliun sepanjang kuartal I 2026. Ini naik 5,83% secara tahunan dari Rp 1,55 triliun di kuartal I 2026. PWON pun mengantongi laba bersih Rp 389,99 miliar per akhir Maret 2026, naik 29,31% YoY.

 
PWON Chart by TradingView

Harry memperkirakan, laba bersih PWON masih mampu tumbuh solid hingga akhir 2026. Hal tersebut didukung pertumbuhan recurring income sebesar 8% pada kuartal I-2026.

Kinerja pra-penjualan (pre-sales) yang masih kuat juga diperkirakan menjadi katalis positif. Penjualan dari proyek seperti Pakuwon City serta proyek apartemen di kawasan Kota Kasablanka dinilai dapat menopang pertumbuhan pendapatan dan laba perseroan.

Dengan prospek tersebut, Harry memberikan rekomendasi buy untuk saham PWON dengan target harga sebesar Rp 535 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News