Pendapatan Bumi Resources (BUMI) turun 21% tertekan penurunan harga batubara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meraup pendapatan bersih US$ 587,89 juta pada Januari-September 2020. Pendapatan Bumi Resources merosot 21,81% secara tahunan.

Sementara pendapatan BUMI, termasuk KPC dan Arutmin mencapai Rp 2,77 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini. Pendapatan konsolidasi tersebut turun 18,77% secara tahunan dari sebelumnya US$ 3,41 miliar.

Dalam siaran pers, Direktur BUMI Dileep Srivastava mengatakan bahwa realisasi harga batubara hingga September tahun ini turun 14% secara tahunan. Penurunan harga batubara ini dipicu oleh penurunan permintaan secara global. Selain itu, volume penjualan batubara BUMI turun 5% secara tahunan. "Penurunan volume penjualan karena terkoreksinya permintaan batubara China dan India," ungkap Dileep dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (30/10).


Penurunan pendapatan ini menyebabkan BUMI Resources merugi US$ 137,25 juta pada periode sembilan bulan pertama tahun ini. Padahal, pada periode Januari-September tahun lalu BUMI mencatat laba bersih US$ 76,07 juta.

Baca Juga: Ini tiga faktor yang mendorong laba Vale Indonesia (INCO) melesat 479 kali lipat

Selain karena penurunan pendapatan, rugi bersih BUMI juga disebabkan oleh kenaikan beban bunga dan keuangan hingga 30,49% secara tahunan menjadi US$ 165,60 juta. Secara total, BUMI telah membayar US$ 331,6 juta pinjaman sejak April 2018. Pembayaran ini terdiri atas pokok Tranche A sebesar US$ 195,8 juta dan bunga US$ 135,8 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar.

Berdasarkan pedoman tahun 2020, BUMI menargetkan produksi 85 juta ton hingga 89 juta ton batubara. Perkiraan harga batubara berada di US$ 46 per metrik ton hingga US$ 49 per metrik ton. Sedangkan perkiraan beban sebesar US$ 32 per metrik ton hingga US$ 34 per metrik ton.

Baca Juga: Pendapatan merosot, Bumi Resources (BUMI) mencatat kerugian bersih US$ 137,25 juta

Pada akhir September 2020, BUMI memiliki aset US$ 3,41 miliar, turun 7,84% secara year to date. Liabilitas BUMI turun 6,58% menjadi US$ 2,98 miliar. 

Sedangkan ekuitas bersih BUMI turun 16,38% menjadi US$ 426,39 juta. Pada akhir September, BUMI memiliki saldo defisit modal US$ 2,83 miliar, naik dari US$ 2,69 miliar di akhir tahun lalu.

Baca Juga: Ini saham-saham dengan net buy dan net sell asing terbesar bulan Oktober

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati