KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mencatatkan pendapatan bunga bersih atau
net interest income (NII) sebesar Rp 926 miliar hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 28,94% secara tahunan (
year on year/YoY). Sejalan dengan kenaikan NII, margin bunga bersih atau
net interest margin (NIM) KB Bank juga membaik menjadi 1,71%. Perbaikan ini mencerminkan upaya perseroan dalam mengoptimalkan pendapatan bunga di tengah proses transformasi bisnis. Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, pertumbuhan pendapatan bunga bersih menjadi perkembangan positif dalam perjalanan transformasi perseroan.
Baca Juga: Ketidakpastian Global Persulit Modal Ventura Memilih Opsi Exit Strategy "Kami akan terus mengoptimalkan kinerja bisnis dengan tetap memperhatikan kualitas portofolio kredit, pengelolaan pendanaan, dan disiplin dalam pengelolaan risiko. Bagi kami, pertumbuhan bisnis perlu berjalan seiring dengan penguatan fundamental," ujar Kunardy dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10). Dari sisi intermediasi, KB Bank menyalurkan kredit sebesar Rp 45,68 triliun hingga akhir September 2026. Jumlah tersebut tumbuh 3,07% YoY. Pertumbuhan kredit terutama ditopang segmen
wholesale banking yang meningkat 11% YoY. KB Bank menyebut, penyaluran kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan profil risiko dan kualitas debitur, terutama pada nasabah korporasi. Sementara itu, total aset KB Bank tercatat sebesar Rp 82,91 triliun per September 2026. Adapun dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 44,58 triliun, dengan dana murah atau
current account and savings account (CASA) sebesar Rp 13,01 triliun. Di tengah upaya mendorong pertumbuhan kredit, kualitas aset masih menjadi perhatian KB Bank. Rasio
loan at risk (LaR) tercatat sebesar 21,62% pada September 2026, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk memperbaiki kualitas portofolio, KB Bank melanjutkan penyehatan kredit melalui penyelesaian kredit bermasalah dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit baru. Di sisi lain, KB Bank mengakui kinerja profitabilitas masih menghadapi tantangan di tengah dinamika makroekonomi, volatilitas nilai tukar, serta persaingan likuiditas di industri perbankan. Perseroan merespons kondisi tersebut dengan memperkuat pengelolaan risiko pasar dan risiko nilai tukar, mengevaluasi strategi pengelolaan aset dan liabilitas, serta meningkatkan efisiensi operasional. Kunardy mengatakan, KB Bank akan melanjutkan fokus pada pertumbuhan kredit berkualitas, penguatan struktur pendanaan, dan perbaikan efisiensi operasional untuk mendukung pemulihan profitabilitas.
Sebagai bagian dari KB Financial Group, KB Bank juga memperoleh dukungan dari KB Kookmin Bank selaku pemegang saham pengendali. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat kapabilitas bisnis, tata kelola, dan pengelolaan risiko. "Kami berkomitmen untuk melanjutkan perbaikan fundamental dan memperkuat ketahanan bisnis secara berkelanjutan. Kami tetap optimistis berbagai inisiatif strategis ini akan mendukung perbaikan kinerja secara berkelanjutan serta memperkuat fundamental bisnis bank hingga akhir 2026," tutup Kunardy.
Baca Juga: Asuransi Offshore Tumbuh Positif, Tugu Insurance Perkuat Dukungan bagi Sektor Energi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News