Pendapatan Cahayasakti Investindo (CSIS) Melonjak 263%, Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cahayasakti Investindo Tbk (CSIS) membukukan kinerja keuangan positif pada awal tahun 2026 ini.

Berdasarkan laporan keuangannya, pada kuartal I-2026, pendapatan CSIS melonjak 263% secara tahunan atau year-on-year (yoy) ke Rp 38,4 miliar dari Rp 10,57 miliar pada kuartal I-2025.

Menengok bottom line, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tumbuh signifikan ke Rp 10,92 miliar dari Rp 193 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Founder dan Direktur Utama Cahayasakti Investindo Sukses, Tjoea Aubintoro mengatakan, capaian pendapatan ini didukung oleh pengakuan pendapatan dari penjualan lahan di Kawasan Industri Cikembar. 

Baca Juga: Cahayasakti Investindo (CSIS) Bidik Perolehan Marketing Sales Rp 120 Miliar pada 2026

Menurutnya, pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Cikembar mulai memberikan kontribusi yang lebih nyata terhadap kinerja perusahaan pada awal tahun.

Ditinjau dari struktur pendapatan, penjualan landbank di KIC juga kini dinilai menjadi mesin pertumbuhan utama.

Selain itu, lini bisnis lainnya seperti penjualan unit gudang (warehouse), pendapatan sewa gudang, serta pendapatan dari service charge di Kawasan Industri Sentul (KIS) disebut memberikan kontribusi yang stabil dan memperkuat pendapatan berulang (recurring income) perusahaan.

"Selain kontribusi dari Cikembar, Perseroan tetap memperoleh dukungan dari kawasan industri Sentul yang telah beroperasi dan memberikan pendapatan berulang melalui service charge dan sewa," jelas Tjoea dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).

Dari sisi profitabilitas, manajemen CSIS melihat lonjakan laba bersih menunjukkan monetisasi lahan industri memberikan kontribusi margin yang baik. Ini disebut sejalan dengan strategi perusahaan untuk mengoptimalkan aset kawasan.

Baca Juga: Incar Dana Rp 198 Miliar, Cahayasakti Investindo (CSIS) Gelar Rights Issue

Pada sisa tahun ini, CSIS disebut akan berfokus pada eksekusi penggunaan dana rights issue untuk mendukung pembangunan infrastruktur Cikembar, memperkuat fasilitas kawasan, serta meningkatkan kesiapan lahan untuk kebutuhan calon tenant. 

Dengan langkah tersebut, perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp 120 miliar pada 2026 atau naik 50% yoy dengan target belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 200 miliar. Belanja modal tersebut terutama diarahkan untuk pengembangan Kawasan Industri Cikembar.

Di sisi lain, perusahaan juga terus mematangkan pengembangan Tenjojaya di Sukabumi sebagai katalis pertumbuhan jangka panjang yang diharapkan dapat memperluas sumber nilai CSIS di masa mendatang.

Baca Juga: Cahayasakti Investindo (CSIS) Raih Izin OJK, Rights Issue Rp 198 Miliar Siap Digelar

Menurut Tjoea, kinerja kuartal pertama ini menunjukkan strategi monetisasi aset mulai memberikan hasil ke perusahaan.

"Ke depan, CSIS akan tetap disiplin dalam mengembangkan Cikembar sebagai pilar pertumbuhan utama, sekaligus melanjutkan pengembangan Tenjojaya sebagai kawasan jangka panjang berbasis pertanian terpadu, wellness, dan senior living," kata Tjoea.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News