Pendapatan Capai Rp 1.167 Triliun, Pertamina Raih Laba Bersih Rp 55,2 Triliun di 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) membeberkan capaian kinerja keuangan dan operasional pada tahun buku 2025. Perusahaan energi plat merah ini meraih laba bersih sebesar US$ 3,35 miliar atau setara dengan Rp 55,20 triliun sepanjang tahun lalu.

Dalam periode yang sama, Pertamina membukukan pendapatan sebesar US$ 70,89 miliar atau setara Rp 1.167,99 triliun. Sementara posisi EBITDA tercatat sebesar US$ 11,43 miliar atau setara dengan Rp 188,33 triliun.

Merujuk laporan keuangan tahun buku 2025, laba bersih Pertamina tumbuh di tengah penurunan penjualan dan pendapatan usaha. Sepanjang tahun lalu, jumlah penjualan dan pendapatan usaha lainnya menyusut 5,88% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 75,32 miliar menjadi US$ 70,89 miliar.


Namun, Pertamina mampu memangkas beban pokok penjualan dan beban langsung lainnya sebanyak 7,06% (yoy) dari US$ 65,24 miliar menjadi US$ 60,63 miliar. Hasil ini mengerek naik perolehan laba bruto Pertamina sebanyak 1,88% (yoy) dari US$ 10,07 miliar menjadi US$ 10,26 miliar.

Baca Juga: Industri Baja Tertekan Akibat Implementasi HGBT Belum Optimal

Secara bottom line, Pertamina membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 3,35 miliar pada 2025. Laba bersih Pertamina tumbuh 7,37% dibandingkan raihan US$ 3,12 miliar pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, capaian tersebut mencerminkan fundamental bisnis yang tetap kuat, sekaligus efektivitas strategi dalam menjaga kinerja di seluruh lini bisnis energi.

Selain itu, Pertamina juga memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp 360,76 triliun melalui pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta dividen.

Pertamina juga merealisasikan investasi di dalam negeri sekitar USD 5,9 miliar atau setara Rp 97,20 triliun. Capaian lainnya adalah penyerapan belanja Produk Dalam Negeri (PDN) sebesar Rp 531,5 triliun yang turut memberikan dampak berganda bagi perekonomian nasional.

Kinerja di sektor hulu, sepanjang 2025 produksi minyak dan gas (migas) tetap terjaga di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Sementara sektor pengolahan mencatat Yield Valuable Product sebesar 83,7%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, kilang Pertamina juga mengolah volume intake mencapai 333 juta barel. Di sektor hilir, kilang Pertamina memasok sekitar 70% kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. 

Sementara itu, bisnis gas menunjukkan kinerja positif dengan volume transmisi gas mencapai 587 BSCF atau tumbuh 4% dibandingkan tahun sebelumnya, serta volume niaga gas terjaga di 305 juta MMBTU. Di bidang logistik maritim, volume kargo domestik dan internasional yang diangkut mencapai 172 juta KL.

Baca Juga: Bisnis Confluent Moncer di Indonesia, Catat Pertumbuhan Dobel Digit

Pertamina juga memperkuat transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan. Sepanjang 2025, produksi listrik mencapai 8.711 GWh atau meningkat 3% dari tahun sebelumnya. Selain itu, Pertamina menjalankan berbagai program dekarbonisasi di seluruh lini bisnis yang menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO?e sepanjang 2025.

Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan Pertamina terhadap target Net Zero Emission (NZE).

"Capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Simon melalui rilis yang disiarkan pada Rabu (24/6/2026).

Simon menambahkan, mengusung pendekatan yang berfokus pada ketersediaan (availability), aksesibilitas (accessibility), keterjangkauan harga (affordability), dan keberterimaan (acceptability) energi bagi masyarakat. 

Capaian kinerja tahun buku 2025 tersebut telah disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (23/6/2026). 

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan bilang, apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan yang diberikan sepanjang tahun 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News