Pendapatan Chandra Asri (TPIA) Naik 60,5% Jadi US$ 8,19 Miliar per September 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) cetak kinerja positif di sembilan bulan pertama 2026. Di mana, pendapatan TPIA melonjak 60,5% menjadi US$ 8,19 miliar di periode Januari-September 2026.

Selain itu, EBITDA Chandra Asri Group tercatat US$ 981 juta dan laba komprehensif US$ 394,9 juta pada sembilan bulan pertama 2026.

“Kinerja tersebut mencerminkan perkembangan portofolio bisnis TPIA yang semakin terdiversifikasi melalui tiga pilar utama, yakni energi & kimia, infrastruktur terintegrasi dan solusi mobilitas,” kata manajemen TPIA dalam rilis yang diterima KONTAN, Jumat (30/10/2026).


Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, TPIA juga mencatatkan total aset sebesar US$ 14,2 miliar, ekuitas pemegang saham US$ 5 miliar, serta posisi likuiditas mencapai US$ 4,2 miliar.

Baca Juga: Reksadana Saham USD Moncer, Return Tembus 18% Sepanjang 2026

Sementara itu, lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mempertahankan peringkat idAA- TPIA dengan merevisi prospek menjadi positif.

Dari sisi pengembangan bisnis, TPIA melanjutkan investasi pada sektor energi dan kimia, termasuk penguatan rantai pasok industri domestik melalui proyek pabrik chlor-alkali dan ethylene dichloride (CA-EDC).

Hingga periode pelaporan, progres pembangunan proyek tersebut telah mencapai 80%, dengan dukungan pendanaan sebesar US$ 200 juta dari Indonesia Investment Authority (INA) dan Danantara.

Fasilitas CA-EDC ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dengan kapasitas produksi soda kaustik sebesar 400.000 ton per tahun. Proyek ini diharapkan dapat mendukung substitusi impor bahan kimia untuk kebutuhan industri dalam negeri.

Selama tahap konstruksi, proyek tersebut diproyeksi menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja, serta 250 lapangan kerja pada tahap operasional.

Adapun, di luar pasar domestik, Chandra Asri juga melanjutkan pengembangan aset di Singapura melalui program peremajaan aset dan integrasi bahan bakar penerbangan. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat keandalan operasional sekaligus memperluas akses pasar pada pilar Energi & Kimia.

Pada pilar infrastruktur terintegrasi, anak usaha Chandra Daya Investasi (CDI) memperluas bisnis logistik maritim, kepelabuhanan dan penyimpanan, daya, serta air.

 
TPIA Chart by TradingView

Pengembangan fasilitas kepelabuhanan dan penyimpanan CDI telah mencapai sekitar 80% penyelesaian dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Dari sisi kinerja keuangan, pilar ini mencatatkan pendapatan sebesar US$ 183,4 juta dengan hasil segmen sebesar US$ 2,5 juta.

Seiring dengan pengembangan bisnis dan perluasan aset, CDI terus memperkuat integrasi infrastruktur pendukung industri sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan berulang.

Sementara itu, pada pilar solusi mobilitas, perseroan memperluas bisnis melalui akuisisi Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia. Akuisisi ini memperluas eksposur Chandra Asri Group pada bisnis konsumen regional sekaligus menambah sumber pendapatan yang berasal dari sektor di luar bisnis inti energi dan kimia.

Di tengah ekspansi portofolio, perseroan juga memperkuat aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Di sisi lain, Chandra Asri Group memperoleh peringkat B untuk aspek perubahan iklim dan A- untuk ketahanan air dari CDP, serta peringkat BBB dari MSCI. Sustain alytics memberikan skor 16,4 dengan kategori risiko rendah, yang menempatkan perseroan dalam persentil pertama secara global untuk sektor bahan kimia komoditas.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News