Pendapatan Ciputra Development (CTRA) Tergerus, Laba Ikut Turun 11% di Semester I



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang semester I 2026.

Penjualan dan pendapatan usaha tercatat Rp 5,19 triliun di akhir Juni 2026. Ini turun 11,69% secara tahunan dari Rp 5,88 triliun periode sama tahun lalu.

Segmen penjualan dari kavling, rumah hunian, dan ruko, apartemen, serta kantor berkontribusi Rp 4 triliun pada pendapatan periode ini. 


Baca Juga: IHSG Berpeluang Uji Level 6.400 Rabu (5/8), Ini Sentimen yang Wajib Dicermati

Sisanya sebesar Rp 1,18 triliun berasal dari pendapatan usaha yang terdiri dari pelayanan kesehatan, pusat niaga dan kawasan komersial, hotel, sewa kantor, lapangan golf, dan lain-lain.

Beban pokok penjualan dan beban langsung menjadi Rp 2,69 triliun per kuartal II 2026, turun dari Rp 3,08 triliun per kuartal II 2025.

Laba kotor tercatat Rp 2,49 triliun di akhir Juni 2026, turun 10,65% YoY dari Rp 2,79 triliun. CTRA membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun di akhir semester I 2026, turun 11,19% YoY.

Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 59 per akhir kuartal II 2026, turun dari Rp 67 di periode sama tahun lalu.

Per 30 Juni 2026, CTRA punya total aset Rp 46,62 triliun. Ini turun dari Rp 47,98 triliun per 31 Desember 2025. Total liabilitas perseroan sebesar Rp 19,24 triliun di akhir Juni 2026, turun dari Rp 21,06 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 27,37 triliun per akhir Juni 2026, naik dari Rp 26,91 triliun di akhir tahun 2025.

CTRA memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp 8,6 triliun di akhir Juni 2026, turun dari Rp 10,19 triliun di periode sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News