Pendapatan dan Laba Bersih Bukit Asam (PTBA) Menyusut Pada 2025



KONTAN.CO.ID. JAKARTA. Kinerja keuangan emiten pertambangan batubara yang juga anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun di tahun 2025.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3/2026), pendapatan PTBA terkoreksi 0,26% year on year (yoy) menjadi Rp 42,65 triliun pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 42,76 triliun.

Mayoritas pendapatan PTBA pada 2025 berasal dari segmen batubara sebesar Rp 41,91 triliun, sedangkan pendapatan dari segmen lainnya tercatat sebesar Rp 6,12 triliun. Total pendapatan tersebut kemudian dikurangi eliminasi sebesar Rp 5,37 triliun.


PTBA turut mengalami kenaikan beban pokok pendapatan 5,30% yoy menjadi Rp 36,39 triliun pada 2025, dari periode sebelumnya sebesar Rp 34,56 triliun.

Hasil ini membuat PTBA mengantongi laba kotor sebesar Rp 6,26 triliun pada 2025 atau berkurang 23,66% yoy dibandingkan laba kotor perusahaan pada 2024 yakni Rp 8,20 triliun.

Sejumlah pos beban lainnya dari PTBA juga mengalami kenaikan. Misalnya, beban umum dan administrasi yang naik 12,5% yoy dari Rp 2,08 triliun pada 2024 menjadi Rp 2,34 triliun pada 2025. Beban penjualan dan pemasaran PTBA juga naik 2,99% yoy dari Rp 789,02 miliar pada 2024 menjadi Rp 812,60 miliar pada 2025.

Imbasnya, laba usaha PTBA menyusut 43,19% yoy menjadi Rp 3,21 triliun pada 2025, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 5,65 triliun.

PTBA meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,93 triliun pada 2025 atau terkoreksi 42,55% yoy dibandingkan realisasi tahun 2024 yakni Rp 5,10 triliun.

Hingga akhir 2025, PTBA memiliki total aset sebanyak Rp 43,92 triliun yang terdiri atas liabilitas sebesar Rp 21,30 triliun dan ekuitas sebesar Rp 22,62 triliun.

 
PTBA Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: