KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Impack Pratama Industri Tbk (
IMPC) mencatatkan kinerja yang solid di tiga bulan pertama pada 2026. Pendapatan dan laba bersih IMPC berhasil tumbuh double digit. Per 31 Maret 2026, IMPC membukukan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun. Raihan tersebut meningkat 25,4% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 937 miliar. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, laba bersih IMPC juga berhasil melonjak sebesar 32,9% secara tahun dari Rp 152 miliar di kuartal I-2025 menjadi Rp 203 miliar di kuartal I-2026.
Baca Juga: IHSG Menguat 0,12% ke 7.080 di Sesi I Rabu (29/4), GOTO, MEDC, JPFA Top Gainers LQ45 Direktur Utama Impack Pratama Industri Haryanto Tjiptodihardjo menjelaskan secara historis, periode pasca-Lebaran mendorong kinerja seiring normalisasi aktivitas, yang tahun ini terjadi pada kuartal dua. Namun Haryanto bilang dinamika geopolitik global, khususnya konflik Timur Tengah yang menekan rantai pasok meningkatkan biaya logistik dan harga bahan baku serta menyebabkan keterbatasan pasokan polimer. “Memasuki kuartal dua, kami melihat adanya tantangan yang cukup signifikan akibat kondisi global yang tidak menentu,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Oleh karena itu, Haryanto menegaskan IMPC akan secara hati-hati mengelola kapasitas produksi di tengah keterbatasan pasokan bahan baku serta tekanan kenaikan harga, dengan tetap menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan pangsa pasar. Di tengah berbagai tantangan tersebut, IMPC tetap mempertahankan target kinerja untuk tahun buku 2026 dengan pendapatan sebesar Rp 5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp 700 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News