Pendapatan dan Laba Bersih Wintermar (WINS) Turun di 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) membukukan pendapatan US$ 81,31 juta di 2025. Pendapatan itu turun tipis 1,26% dibandingkan US$ 82,36 juta pada tahun sebelumnya. 

Merujuk siaran pers yang dirilis di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (17/3), laba operasional WINS masih tercatat naik 31% secara tahunan (yoy) menjadi US$23,3 juta pada 2025, dari US$17,8 juta pada tahun sebelumnya. 

Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan kapal milik yang naik 13,8% YoY menjadi US$70,7 juta. Selain itu, margin kotor divisi ini juga meningkat menjadi 41,7% dari 36,1% pada 2024.


Baca Juga: Produksi Batubara Akan Digenjot, Pemerintah Siapkan Revisi RKAB

Investor Relations WINS Pek Swan Layanto menyatakan peningkatan margin tersebut ditopang oleh kontribusi kapal dengan spesifikasi lebih tinggi. 

Di sisi lain, utilisasi pada tahun 2025 terpantau lebih rendah dari tahun 2024 sebagai akibat masalah geopolitik dan sebagian besar proyek pengeboran jangka pendek yang masih berada pada tahap awal. 

“Namun, hal ini diimbangi dengan pendapatan yang lebih tinggi dari kapal-kapal yang dilengkapi Dynamic Positioning (DP). Perusahaan mengoperasikan lebih banyak unit kapal yang bernilai lebih tinggi pada FY2025,” ungkap Pek Swan, dalam keterangannya. 

Pek Swan melanjutkan, divisi kapal sewa mencatat penurunan laba kotor menjadi US$0,5 juta dari US$1,4 juta pada 2024. Penurunan ini sejalan dengan pergeseran strategi bisnis menuju model manajemen kapal berbasis fee untuk meningkatkan skalabilitas. 

Dari sisi biaya, total biaya awak kapal meningkat 10,5% YoY menjadi US$11,4 juta, seiring bertambahnya kapal DP dan kontrak luar negeri. Beban penyusutan juga naik 10,4% YoY menjadi US$14,8 juta akibat penambahan armada.

Namun, WINS mampu menekan biaya bahan bakar (bunker) yang turun 26% YoY. “Biaya bunker menurun secara signifikan (-26% YoY) karena kapal yang belum beroperasi berlabuh di Batam dengan menggunakan daya listrik dari darat,” tuturnya. 

Secara operasional, EBITDA WINS meningkat 21,8% YoY menjadi US$38,4 juta. Meski demikian, laba per saham (EPS) tercatat sedikit turun menjadi Rp75,80 dari Rp78,35 pada 2024.

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih Trimitra Trans Persada (BLOG) Naik Double Digit di 2025

Dari sisi laba bersih, WINS tercatat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 20,03 juta. Angka ini lebih rendah 12,27% dibandingkan US$ 22,49% di tahun 2024.

Memasuki 2026, WINS melihat prospek industri offshore support vessel (OSV) semakin positif. Peningkatan kebutuhan energi global dan kondisi geopolitik mendorong investasi di sektor minyak dan gas, khususnya eksplorasi lepas pantai.

“Hal ini mengkonfirmasi prospek positif kami untuk permintaan yang tinggi pada OSV untuk beberapa tahun mendatang, terutama pada OSV yang dilengkapi sistem DP,” kata Pek Swan. 

Di dalam negeri, terdapat empat proyek pengeboran laut dalam yang dijadwalkan mulai produksi pada periode 2027–2030. Kontrak jangka panjang untuk proyek tersebut diperkirakan mulai berjalan pada 2026.

Sejalan dengan peluang tersebut, WINS menyiapkan ekspansi armada. Pada 2025, belanja modal tercatat sebesar US$41,7 juta, dan untuk 2026 dianggarkan lebih dari dua kali lipat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News