Pendapatan dan Laba Chitose Internasional (CINT) Naik Per Kuartal III-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chitose Internasional Tbk (CINT) membukukan kenaikan pendapatan dan laba per kuartal III-2026.  

Merujuk laporan keuangan perusahaan, CINT meraup pertumbuhan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih  sebesar 123,77% yoy pada Kuartal III-2026 menjadi Rp 19,17 miliar, dari Rp 8,57 miliar pada periode sama di tahun 2025.

Pertumbuhan laba positif tersebut didorong peningkatan pendapatan pada kuartal III-2026. CINT mencatatkan pendapatan sebesar Rp 420,15 miliar, tumbuh 29,6% dibandingkan pendapatan sebesar Rp 324,29 miliar pada periode sama tahun 2025.


Baca Juga: Harga Batubara Naik, Bahlil Buka Peluang Kerek Kuota Produksi 2027

Kinerja positif dari sisi pendapatan ini didorong oleh naiknya pendapatan pada tiap segmen produk perusahaan secara kompak. Segmen produk perkantoran menjadi kontributor terbesar pendapatan sebesar Rp 249,3 miliar atau tumbuh 54,5%  dibandingkan Rp 161,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Diikuti segmen produk pendidikan sebagai kontributor terbesar kedua yang juga mencatatkan pertumbuhan 53,2%  menjadi Rp 240 miliar dibanding Rp 156,7 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Selain itu, pertumbuhan juga dicatatkan oleh seluruh segmen produk yang dimiliki CINT. Mulai dari segmen produk kesehatan, segmen produk hotel, banquet, and restaurant, segmen kursi lipat, dan segmen lainnya.

Direktur CINT R Nurwulan Kusumawati mengatakan, pencapaian kinerja ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga kinerja operasional dan memperkuat daya saing bisnis.

“Kami optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ini melalui pengelolaan bisnis yang konsisten serta langkah-langkah strategis yang berorientasi pada keberlanjutan usaha,” ungkap Nurwulan, dalam keterangannya, Senin (2/11/2026). 

Untuk mempertahankan kinerja positif ke depan, CINT akan memperkuat fundamental bisnis. dengan memerluas portofolio produk, pelaksanaan diversifikasi bisnis, serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. 

Baca Juga: PMI Manufaktur Naik ke 54,0, Kemenperin Minta Momentum Ekspansi Dijaga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News