KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menyusut pada tahun lalu. Pendapatan neto HAIS merosot 13,50% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 1,01 triliun menjadi Rp 880,57 miliar sepanjang tahun 2025. Merujuk laporan keuangan yang rilis di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (13/2/2026), mayoritas pendapatan HAIS berasal dari segmen bisnis pengangkutan. HAIS mengantongi Rp 496,65 miliar dari pengangkutan ke pihak berelasi, dan Rp 355,19 miliar dari pengangkutan kepada pihak ketiga. Kontribusi dari pengangkutan ke pihak berelasi turun 22,78% (yoy). Sedangkan pengangkutan kepada pihak ketiga naik 9,40% (yoy). Selain dari segmen bisnis tersebut, pendapatan HAIS tahun lalu didapat dari jasa bantuan pemuatan dan pembongkaran senilai Rp 22,43 miliar dan tug assist sebesar Rp 6,29 miliar.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bruto HAIS pun menipis 10,65% (yoy) dari Rp 242,53 miliar menjadi Rp 216,69 miliar. Secara bottom line, laba bersih HAIS anjlok 27,96% (yoy) dari Rp 120,96 miliar menjadi Rp 87,13 miliar pada tahun lalu. Direktur Keuangan Hasnur Internasional Shipping, Rickie, mengungkapkan bahwa kinerja tahun lalu mencerminkan strategi HAIS dalam menyesuaikan skala operasional secara terukur di tengah tekanan pasar global, tantangan geopolitik, pengaruh faktor eksternal seperti cuaca ekstrem. Faktor-faktor tersebut memengaruhi industri logistik dan pelayaran laut.
Baca Juga: Menyambut 2026, Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Operasikan Satu Set Armada Baru “Tahun 2025 kami manfaatkan sebagai periode untuk memperkuat fondasi bisnis. Fokus kami adalah menjaga kualitas pendapatan, memastikan arus kas operasional yang sehat, serta meningkatkan keandalan operasional armada. Strategi ini kami jalankan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” ujar Rickie dalam keterbukaan informasi pada Jumat (13/2/2026). Pendapatan tahun lalu ditopang oleh volume kargo yang diangkut armada HAIS sebesar 10,57 juta Metrik Ton (MT). Merosot 12,56% dibanding volume kargo tahun 2024 yang tercatat sebesar 12,09 juta MT. Batubara tetap menjadi komoditas dominan yang diangkut armada HAIS selain gypsum dan batu split. Rickie menyatakan bahwa pada tahun lalu, HAIS mengelola volume angkutan kargo dengan pendekatan yang lebih selektif dan adaptif terhadap dinamika permintaan pasar. Penyesuaian volume angkutan dilakukan sebagai bagian dari strategi HAIS dalam menjaga kualitas pendapatan, efisiensi operasional, serta optimalisasi utilisasi armada pada rute dan pelanggan yang memberikan nilai tambah berkelanjutan. Meskipun volume angkutan berada pada level yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, Rickie menambahkan bahwa HAIS tetap menjaga kesinambungan layanan kepada pelanggan utama, khususnya di segmen batubara. Pendekatan ini memungkinkan HAIS untuk mempertahankan stabilitas operasional sekaligus mengelola risiko secara lebih prudent di tengah volatilitas industri logistik dan pelayaran.
Baca Juga: Tertekan Harga Batu Bara, Begini Kinerja Hasnur Internasional (HAIS) Kuartal III-2025 "Fokus Perseroan pada kualitas pendapatan tercermin dari portofolio kontrak jangka menengah dan panjang yang relatif stabil, visibilitas permintaan yang tetap terjaga, serta disiplin operasional yang mengedepankan keselamatan dan efisiensi," imbuh Rickie. Pada tahun lalu, HAIS melakukan investasi strategis dengan menambah empat set armada baru, sehinga total armada per Desember 2025 tercatat sebanyak 23 set tugboat dan barge. Penambahan armada ini berdampak pada pertumbuhan aset HAIS sebesar 27,91% (yoy) dari Rp 1,20 triliun menjadi Rp 1,53 triliun. Selain ekspansi armada, HAIS juga melanjutkan upaya memperkuat kapabilitas operasional dalam bisnis floating loading facilities (FLF) melalui entitas anak usaha PT Hasnur Resources Terminal, yang membuat perusahaan joint venture dengan PT Multi Guna Maritim bernama PT Hasnur Multi Sinergi. Aksi ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di industri logistik maritim. Bisnis FLF ini ditargetkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2027. Strategi HAIS pada 2026 Memasuki tahun 2026, HAIS mencermati tantangan eksternal yang masih membayangi industri logistik dan pelayaran komoditas, khususnya batu bara. Antara lain wacana peningkatan Domestic Market Obligation (DMO), kebijakan pengendalian volume produksi batu bara nasional yang berdampak pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang, serta dinamika harga batu bara global yang berada dalam tekanan.
Baca Juga: Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Tambah 1 Set Armada Baru di Kuartal IV 2025 Dalam menghadapi kondisi tersebut, Rickie menegaskan bahwa HAIS mengedepankan pendekatan yang berhati-hati dan adaptif dengan fokus pada pengelolaan kapasitas armada secara selektif, penguatan hubungan jangka panjang dengan pelanggan utama, serta optimalisasi efisiensi operasional. Strategi ini diarahkan untuk menjaga kesinambungan kinerja di tengah volatilitas pasar, sekaligus memastikan fleksibilitas HAIS dalam merespons perubahan kebijakan dan kondisi industri. “Perseroan juga terus mengevaluasi peluang diversifikasi layanan dan penguatan model bisnis guna memperluas sumber pendapatan serta mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Dengan disiplin operasional dan fondasi keuangan yang terjaga, HAIS memandang tahun 2026 sebagai periode pengelolaan risiko dan penyesuaian strategis untuk mendukung keberlanjutan usaha jangka panjang,” tegas Rickie. Dalam keterbukaan informasi sebelumnya, HAIS secara resmi telah mengoperasikan armada terbarunya. Seremoni pengoperasian kapal berlangsung di Sungai Salai, pada 29 Januari 2026. Satu set armada tersebut terdiri atas kapal tugboat (tunda) TB Hasnur 27 dengan 2.200 horsepower (HP) dan barge (tongkang) BG Hasnur 3313 berkapasitas 10.300 metrik ton. Direktur Operasi Hasnur Internasional Shipping, Laorentina Devi menyampaikan bahwa penambahan armada TB Hasnur 27 dan BG Hasnur 3313 merupakan bagian dari strategi HAIS dalam menjaga kesiapan armada secara berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan operasional di jalur sungai dan sungai–laut. Armada ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengangkutan serta mendukung kelancaran distribusi komoditas pelanggan. “Pengoperasian TB Hasnur 27 dan BG Hasnur 3313 merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan armada HAIS tetap siap, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan operasional. Dengan total 23 set armada yang kami miliki saat ini, kami optimis dapat menjaga ke andalan layanan sekaligus mengelola biaya secara disiplin,” kata Laorentina.
Baca Juga: Perkuat Logistik Batubara, Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Tambah Kapal Baru Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News