KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Personel Alih Daya Tbk (
PADA) membukukan kinerja keuangan kuat hingga periode 30 September 2026. Di tengah dinamika industri jasa alih daya (outsourcing), perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,4 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 75,9% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp 794,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan tersebut didorong oleh ekspansi skala aktivitas bisnis serta pertumbuhan pada berbagai lini utama, seperti layanan jasa kurir (Courier Services), jasa Fiber-to-the-Home (FTTH) & Project Management Office (PMO), serta Technical Services.
Diversifikasi layanan melalui penyediaan tenaga sales, teknisi aktivasi dan instalasi, hingga pembangunan dan pemeliharaan jaringan terbukti memperkuat sumber pendapatan Perseroan.
Baca Juga: IHSG Masih Dibayangi Sentimen MSCI, Simak Proyeksi Analis untuk Senin (2/11) Direktur Utama Personel Alih Daya Cahyanul Uswah, mengungkapkan bahwa pencapaian positif ini merupakan hasil dari konsistensi penerapan strategi pertumbuhan melalui tiga pilar utama, yakni GET, GROWTH, dan RETAIN.
“Melalui strategi GET, Perseroan memperluas basis pelanggan baru yang bernilai tambah; lewat GROWTH, PADA mendorong peningkatan volume layanan dari pelanggan eksisting; serta melalui RETAIN, Perseroan berfokus menjaga loyalitas dan kualitas layanan berbasis evaluasi kepuasan pelanggan,” ungkap Cahyanul, Minggu (1/11/2026). Seiring dengan kenaikan pendapatan, laba bruto PADA turut meningkat 72,1% menjadi Rp 50,0 miliar dari Rp 29,0 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Meskipun beban pokok pendapatan meningkat sejalan dengan volume layanan kepada mitra, perusahaan tetap mampu menghasilkan tambahan kontribusi laba bruto sebesar Rp 20,9 miliar,. Dari segi efisiensi operasional, beban usaha tercatat sebesar Rp 28,8 miliar atau naik 49,8%, yang tumbuh lebih lambat dibandingkan laju pertumbuhan pendapatan.
Pertumbuhan skala bisnis ini turut mendongkrak laba usaha PADA hingga melesat 107,1% menjadi Rp 17,6 miliar. Sehingga PADA mampu membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 3,4 miliar, melonjak lebih dari 4 kali lipat (332,7%) dibandingkan
Rp 779,5 juta pada periode sembilan bulan pertama tahun 2025. Dari sisi neraca keuangan, total aset PADA per 30 September 2026 meningkat 33,5% menjadi Rp355,0 miliar dari Rp265,9 miliar pada akhir Desember 2025.
Ke depan, PADA berkomitmen untuk melanjutkan transformasi bisnis dari penyedia jasa alih daya konvensional menjadi penyedia solusi tenaga kerja dan managed services terintegrasi.
Baca Juga: Indodax Pulihkan Layanan Kripto Bertahap, Pastikan Dana Member Tetap Aman Transformasi ini akan didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi modern, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI), guna meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan. "Dengan fundamental operasional yang semakin kuat, diversifikasi lini bisnis yang berkembang, serta fokus pada pertumbuhan yang berkualitas, kami optimistis dapat terus meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi klien, mitra, serta seluruh pemegang saham," tutup Cahyanul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News