Pendapatan fee Bank BUMN dari transaksi e-Channel kian menggemuk



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi e-channel bank pelat merah terus mengalami peningkatan. Transaksi nasabah yang dilakukan lewat kantor cabang sudah makin sepi. Alhasil, bank pun meraup pertumbuhan pendapatan fee based income dari transaksi e-channel.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya mencatat transaksi lewat jaringan e-channel mulai dari layanan ATM, Mandiri Online sebagai mobile & internet banking, EDC, e-commerce, uang elektronik seperti e-money dan LinkAja, serta layanan Internet Bisnis sebanyak 1,9 miliar transaksi tahun 2019 dan menghasilkan volume finansial sekitar Rp 2.900 triliun atau meningkat 10% secara year on year (YoY).

Thomas Wahyudi Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri mengatakan, transaksi di Bank Mandiri saat ini sudah didominasi jaringan e-channel dan hanya 5% yang dilakukan lewat kantor cabang.


Baca Juga: Bank Mandiri tebar hadiah buat pelanggan Telkomsel

Transaksi e-channel tersebut didominasi oleh mobile banking dan internet banking. "Kedua layanan itu bahkan telah mencapai 50% dari total transaksi Bank Mandiri," kata Thomas pada Kontan.co.id, Rabu (5/2).

Dari transaksi e-channel ini, Bank Mandiri mengantongi pendapatan fee hampir Rp 3 triliun atau meningkat 8% secara YoY. Thomas berharap tahun 2020 ini transaksi di seluruh e-channel perseroan mampu meningkat 7% dengan peningkatan Sales Volume sebesar 9% YoY di mana Mandiri Online dan e-commerce masih diharapkan akan tumbuh paling besar.

Untuk mendorong transaksi e-channel, Bank Mandiri akan fokus pada segment individu , seperti implementasi ATM setor tarik, utilisasi layanan banking channel untuk nasabah payroll, kolaborasi dan optimalisasi biller eksisting.

Baca Juga: Bank BRI terus mendorong penggunaan chip dalam kartu ATM

Sedangkan pada segmen bisnis dengan melakukan akuisisi merchant EDC dan e-commerce, serta implementasi fitur baru untuk meningkatkan layanan untuk nasabah.

Editor: Yudho Winarto