KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hyundai Motor Company mengumumkan kinerja bisnis yang mengagumkan sepanjang kuartal I-2026. Di mana, pendapatan Hyundai Motor mecapai rekor tertinggi sepanjang sejarah di periode Januari-Maret 2026. Merujuk siaran pers yang diterima pada Jumat (8/5), pendapatan Hyundai Motor tercatat meningkat 3,4% dibanding tahun sebelumnya dan mencatat rekor KRW 45,94 triliun. Pertumbuhan ini didorong kuatnya momentum penjualan kendaraan
hybrid Hyundai Motor.
Jika diperinci, penjualan EV Hyundai Motor pada kuartal pertama 2026 tercatat
242.612 unit, meningkat 14,2%. Pencapaian ini didukung performa kuat penjualan EV dan HEV, yang masing-masing membukukan 58.788 unit dan 173.977 unit.
Baca Juga: Dua Lipa Gugat Samsung US$15 Juta atas Dugaan Penggunaan Foto Tanpa Izin Kendaraan elektrifikasi menyumbang 24,9% dari total penjualan global Hyundai Motor, sementara HEV mencapai 17,8%. Keduanya menjadi rekor tertinggi perusahaan sepanjang waktu untuk pencapaian kuartalan.
“Hasil ini menunjukkan pergeseran pasar yang semakin kuat menuju model EV bernilai tinggi sekaligus mempertegas kepemimpinan Hyundai di sektor elektrifikasi,” ujar Manajemen, dalam siaran pers yang diterima KONTAN, Jumat (8/5/2026).
Di tengah kondisi permintaan global yang penuh tantangan, Hyundai Motor juga berhasil memperluas pangsa pasar di sejumlah wilayah utama. Penjualan
wholesale global pada periode Januari hingga Maret tercatat sebesar 976.219 unit, turun 2,5% dibanding periode yang sama tahun lalu akibat perlambatan permintaan global di tengah ketidakpastian geopolitik.
Meski demikian, pangsa pasar global Hyundai Motor meningkat dari 4,6% menjadi 4,9%, sementara pangsa pasar di Amerika Serikat naik dari 5,6% menjadi 6%.
Baca Juga: Taiwan Usir Kapal Riset China yang Diduga Lakukan Survei Ilegal Penjualan Hyundai Motor di luar Korea tercatat turun 2,1% menjadi 817.153 unit akibat kondisi pasar global yang masih penuh tantangan.
Di sisi lain, pasar Amerika Serikat tetap mencatat pertumbuhan positif dengan penjualan naik 0,3% menjadi 243.572 unit, yang turut menopang performa perusahaan di tengah melemahnya pasar luar negeri lainnya.
Penjualan di Korea sendiri turun 4,4% menjadi 159.066 unit menjelang peluncuran sejumlah model baru utama pada 2026. Per kuartal I-2026, Hyundai Motor mencatat laba operasional sebesar KRW 2,51 triliun, turun 30,8% dibanding periode yang sama tahun lalu, terutama akibat dampak tarif Amerika Serikat selama periode tersebut. Laba bersih, termasuk porsi pemegang saham minoritas, turun 23,6% menjadi KRW 2,58 triliun, dengan margin laba operasional sebesar 5,5%. Perusahaan mengumumkan dividen kuartalan sebesar KRW 2.500 per saham biasa, sama seperti periode tahun sebelumnya.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak US$ 4 Setelah Trump Tolak Respons Iran atas Proposal Damai AS “Keputusan ini mencerminkan komitmen Hyundai Motor dalam memperkuat kebijakan yang berorientasi pada pemegang saham sesuai program peningkatan nilai pemegang saham yang diumumkan pada 2023,” papar Manajemen.
Melalui peluncuran sejumlah model baru utama pada 2026, Hyundai Motor menargetkan pertumbuhan penjualan yang lebih kuat sekaligus mempertegas posisi
brand.
Secara bersamaan, Hyundai Motor juga meningkatkan disiplin internal melalui peninjauan anggaran berbasis nol serta penguatan strategi mitigasi risiko, dengan tetap menjaga fokus pada pertumbuhan jangka panjang.