KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (
PJAA) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,12 triliun sepanjang tahun buku 2025, turun 11,11% secara tahunan (
year on year/YoY) dibandingkan Rp 1,26 triliun pada 2024. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (17/2/2026) malam, angka pendapatan tersebut telah dikurangi potongan penjualan sebesar Rp 1,98 miliar.
Baca Juga: Penerbitan Obligasi ESG Melejit 146% di 2025 Tembus Rp 35,56 Triliun Penjualan Tiket Masih Jadi Penopang Utama Dari sisi segmen usaha, penjualan tiket tetap menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 737,70 miliar atau sekitar 65,8% dari total pendapatan 2025. Rinciannya, pendapatan dari wahana wisata mencapai Rp 483,21 miliar dan dari pintu gerbang sebesar Rp 254,49 miliar. Namun, dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan tiket mengalami penurunan 18,68% dari Rp 907,18 miliar pada 2024. Selain tiket, PJAA meraup pendapatan dari hotel dan restoran sebesar Rp 68,54 miliar, turun 10,80% (YoY). Sementara itu, pendapatan usaha lainnya justru tumbuh 14,17% (YoY) menjadi Rp 316,95 miliar. PJAA juga tidak mencatatkan pendapatan dari real estat (tanah dan bangunan) pada 2025, berbeda dengan tahun 2024 yang masih membukukan Rp 5,67 miliar dari segmen tersebut.
Baca Juga: Bursa Australia Menguat Rabu (18/2) Pagi, NAB Cetak Rekor dan BlueScope Melonjak Laba Tertekan, Tapi Ditopang Penghasilan Lainnya Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan dan beban langsung naik 1,73% (YoY) menjadi Rp 609,54 miliar. Alhasil, laba bruto terpangkas 23,26% (YoY) dari Rp 666,77 miliar menjadi Rp 511,66 miliar. Menariknya, PJAA mencatat lonjakan signifikan pada pos penghasilan lainnya yang melonjak 866,65% menjadi Rp 224,65 miliar dari sebelumnya Rp 23,24 miliar. Kenaikan ini terutama berasal dari penggantian kerugian proyek pembangunan jalan tol sebesar Rp 175,91 miliar. Meski ada tambahan dari penghasilan lainnya, laba usaha tetap turun 12,75% (YoY) dari Rp 372,36 miliar menjadi Rp 324,85 miliar. Namun, penurunan beban keuangan dan beban pajak penghasilan membantu menjaga kinerja laba bersih. PJAA mencatat laba bersih Rp 180,19 miliar pada 2025, naik tipis 1,35% (YoY) dari Rp 177,79 miliar pada 2024. Laba per saham dasar juga meningkat dari Rp 111 menjadi Rp 113 per 31 Desember 2025.
Baca Juga: Jejak Smart Money (13 Februari 2026): Berburu Saham Hidden Gems di Balik Koreksi IHSG Posisi Keuangan Hingga akhir 2025, total aset PJAA tercatat Rp 3,63 triliun. Total liabilitas mencapai Rp 1,77 triliun dan ekuitas sebesar Rp 1,86 triliun. Sementara itu, kas dan setara kas akhir tahun tercatat Rp 278,52 miliar.
Secara keseluruhan, meski pendapatan menyusut dan laba usaha tertekan, tambahan penghasilan non-operasional membantu PJAA menjaga pertumbuhan tipis pada laba bersih sepanjang 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News