Pendapatan KLBF di 2014 melambat



JAKARTA. Pendapatan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di 2014 tampak melambat. Emiten farmasi masih membukukan pendapatan Rp 17,36 triliun. Angka tersebut tumbuh 8,5% dibandingkan tahun 2013. Adapun, kontribusi terbaik penjualan KLBF yakni pada produk nutrisi dan consumer health.

Sepanjang tahun 2013, KLBF mencatatkan pendapatan Rp 16 triliun. Nah, pendapatan tersebut mampu meningkat 17,38% dari Rp 13,63 triliun dibanding tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan penjualan lebih rendah dari 2013 karena pertumbuhan produk farmasi dan distribusi melambat di 2014,” ungkap Direktur Keuangan KLBF, Vidjongtius, kepada KONTAN, Jumat, (20/2).


Tak hanya melambat, penjualan KLBF pun tumbuh di bawah target. KLBF menargetkan pertumbuhan penjualan 11% sampai 13% di 2014. Malah sebelumnya, KLBF sempat memiliki target penjualan 14% sampai 16%.

Meski begitu, KLBF yakin kinerjanya tahun ini dapat membaik dibanding tahun lalu. Sepanjang 2015, KLBF membidik pertumbuhan penjualan 10% sampai 15%. Artinya, KLBF menargetkan raihan pendapatan sekitar Rp 19,09 triliun sampai Rp 19,96 triliun.

Sekedar informasi, KLBF menarik 2 produk anastesinya dari peredaran yakni Buvanest Spinal dan Asam Tranexamat Generik terhitung 12 Februari lalu. Pasalnya, dua orang pasien di RS Siloam Karawaci, Tangerang, yang meninggal akibat produk tersebut.

Vidjongtius mengatakan, pihaknya belum dapat memperhitungkan dampak penarikan 2 produk tersebut ke kinerja keuangan perseroan. Ia pun enggan menyebut berapa kontribusi dua produk tersebut terhadap total penjualan KLBF.

Pada 13 Februari, saham KLBF masih berada di posisi Rp 1.870. Namun setelahnya, saham KLBF terus jatuh. Pekan ini, saham KLBF tutup di harga Rp 1.790 atau turun 0,83% dibanding hari sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan