Pendapatan komisi BRI dari e-banking Rp 180 miliar



JAKARTA. Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil meraup fee based income memuaskan di kuartal I lalu, dengan pertumbuhan 20,9% dibanding periode Januari-Maret tahun lalu. Penyumbang terbesar adalah transaksi e-banking

Menurut Randi Anto, Direktur Kepatuhan BRI, pendapatan komisi bank dari transaksi e-banking tumbuh sampai 45,4% year on year di kuartal I lalu menjadi Rp 180,2 miliar. Sedangkan fee based income di kuartal I tahun lalu Rp 123,9 miliar. 

"Kinerja e-banking terus meningkat. Ini terlihat dari peningkatan jumlah pengguna, transaksi, dan volume transaksi pada ATM, SMS Banking dan Internet Banking BRI," kata Randi, di Jakarta, belum lama ini.


Fakta lain adah nasabah BRI semakin terbiasa bertransaksi menggunakan e-banking BRI ketimbang datang langsung ke outlet konvensional dan teller. Di tahun 2009 jumlah transaksi di teller berjumlah 302,8 juta atau dua kali lebih besar daripada transaksi menggunakan e-banking BRI 161,8 juta.

Namun pada akhir 2013 lalu, jumlah transaksi di e-banking BRI ternyata jauh meningkat bahkan mengungguli transaksi di teller, hampir 3 kali lipat."Bahkan pada kuartal I tahun ini, transaksi e-banking BRI tercatat 3,2 kali lipat lebih besar dibandingkan bertransaksi di teller, atau tercatat 409,8 juta berbanding 128,8 juta transaksi," pungkas Randi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News