Pendapatan Minyak Rusia Naik Tajam Maret 2026, Terdorong Lonjakan Harga Global



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pendapatan Rusia dari ekspor minyak mentah dan produk olahan kembali meningkat pada Maret 2026 setelah sempat turun ke level terendah sejak awal konflik Ukraina pada Februari lalu. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga energi global di tengah eskalasi perang Iran, menurut laporan International Energy Agency.

Lembaga yang berbasis di Paris tersebut menyebutkan bahwa pendapatan ekspor minyak dan produk minyak Rusia hampir dua kali lipat, dari US$ 9,75 miliar pada Februari menjadi sekitar US$ 19 miliar pada Maret.

Kinerja ini menjadi krusial bagi anggaran negara Rusia, mengingat sektor energi merupakan sumber utama pendapatan pemerintah untuk mendukung peningkatan belanja militer.


Baca Juga: Kapal Tanker Terkait Iran Tetap Melintas di Selat Hormuz Meski Diblokade AS

Ekspor dan Produksi Meningkat

IEA melaporkan bahwa ekspor minyak mentah Rusia naik sekitar 270.000 barel per hari (bph) menjadi 4,6 juta bph pada Maret. Peningkatan ini terutama didorong oleh pengiriman melalui jalur laut, di tengah terhentinya operasional pipa Druzhba pipeline.

Aliran minyak melalui pipa Druzhba menuju Hongaria dan Slovakia yang melintasi wilayah Ukraina masih terhenti sejak serangan terhadap infrastruktur tersebut pada akhir Januari.

Di sisi produksi, output minyak Rusia juga meningkat menjadi 8,96 juta bph dari sebelumnya 8,67 juta bph pada Februari.

Meski mencatat pemulihan, IEA memperingatkan bahwa Rusia kemungkinan akan kesulitan meningkatkan produksi lebih lanjut dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh kerusakan infrastruktur energi dan pelabuhan akibat serangan drone Ukraina.