Pendapatan naik 21,8%, begini kinerja Bakrie Sumatera Plantations (UNSP)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 1,73 triliun hingga kuartal III-2020. 

Asal tahu saja, realisasi ini meningkat 21,83% secara tahunan (yoy) dibandingkan penjualan neto perusahaan per kuartal III-2019 sebesar Rp 1,42 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas penjualan neto UNSP hingga kuartal III-2020 berasal dari bisnis kelapa sawit dan produk turunannya yang mencapai Rp 1,47 triliun. Disusul oleh penjualan neto dari bisnis karet sebesar RP 241,04 miliar dan tandan buah segar sebesar Rp 21,45 miliar.


Kenaikan penjualan neto diikuti juga oleh beban pokok penjualan UNSP yang meningkat 12,03% (yoy) dari Rp 1,33 triliun per kuartal III-2019 menjadi Rp 1,49 triliun per kuartal III-2020.

Baca Juga: Saham grup Bakrie di level gocap, saham grup MNC memerah

Di sisi lain, UNSP menderita kerugian selisih kurs neto sebesar Rp 898,58 miliar per kuartal III-2020. Padahal di periode yang sama tahun lalu, UNSP masih meraih laba selisih kurs neto sebesar Rp 230,22 miliar.

Alhasil, hingga kuartal III-2020, UNSP mengalami kerugian bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 782,42 miliar. Angka ini melesat 320,09% (yoy) dibandingkan kerugian bersih perusahaan per kuartal III-2019 sebesar Rp 186,25 miliar.

Total aset UNSP hingga kuartal III-2020 mencapai Rp 8,59 triliun. Jumlah ini naik 2,38% dibandingkan total aset perusahaan pada akhir tahun 2019 sebesar Rp 8,39 triliun.

Selanjutnya: Konsumsi minyak sawit domestik naik 2% di Oktober 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari