Pendapatan Panorama Sentrawisata (PANR) Tumbuh 23% pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Panorama Sentrawisata Tbk (IDX: PANR) mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini seiring dengan pulihnya industri pariwisata regional dan meningkatnya aktivitas perjalanan wisata, baik inbound maupun outbound.

Berdasarkan laporan keuangannya, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 3,8 triliun pada tahun 2025, meningkat 23% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,1 triliun. Laba usaha perseroan juga meningkat 21,8%, dari Rp 169,3 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp 206,3 miliar pada tahun 2025.

Angreta Chandra, Direktur PT Panorama Sentrawisata Tbk mengatakan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan perjalanan wisata serta penguatan kinerja unit usaha perjalanan dan destinasi yang dikelola oleh perseroan. 


Baca Juga: Industri Baja Masih Menantang, Gunung Raja (GGRP) Usung Target Konservatif Tahun Ini

"Hal ini memberikan momentum positif bagi Perseroan untuk terus memperkuat bisnis inti di sektor perjalanan dan liburan," katanya dalam keterangan yang diterima Kontan, Rabu (11/3/2026).

Pemulihan industri pariwisata di kawasan Asia Tenggara turut memberikan kontribusi terhadap kinerja PANR. Angreta menyebut, selain Indonesia, negara seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam mencatat peningkatan kunjungan wisatawan internasional. Hal ini seiring dengan meningkatnya konektivitas penerbangan dan perjalanan lintas negara yang kembali bergairah.

Selain itu, permintaan wisatawan Indonesia untuk melakukan perjalanan ke luar negeri juga disebut menunjukkan tren yang meningkat. 

"Berbagai destinasi di Asia, Timur Tengah, hingga Eropa kembali menjadi pilihan utama wisatawan Indonesia, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan semakin luasnya pilihan penerbangan internasional," imbuh Angreta.

Dengan portofolio bisnis yang mencakup perjalanan Inbound, dan Travel & Leisure (Outbound), perseroan optimistis berada pada posisi yang strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan industri pariwisata.

Ke depan, Angreta menyebut perseroan akan terus memperkuat strategi pengembangan pasar internasional, memperluas jaringan distribusi untuk pasar domestik, serta terus melakukan pendalaman pasar. Hal ini dilakukan melalui produk dan jasa perjalanan dan liburan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. 

Baca Juga: Penjualan Mobil Februari 2026 Naik Dua Digit, Tembus 81.159 Unit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News