KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) terus mendorong optimalisasi aset kawasan Gelora Bung Karno (GBK) untuk meningkatkan produktivitas dan penerimaan negara. Upaya tersebut tercermin dari pertumbuhan pendapatan PPKGBK yang mencapai Rp812 miliar berdasarkan laporan audited 2025. Pendapatan tersebut meningkat dibandingkan Rp566 miliar pada 2024 dan Rp415 miliar pada 2023. Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan pengembangan kawasan GBK sebagai ruang olahraga, hiburan, konferensi dan pameran atau MICE. Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo mengatakan, peningkatan pendapatan menjadi bagian dari upaya membuat aset negara lebih produktif, namun tetap diikuti dengan peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan publik.
“Kami ingin aset negara semakin produktif. Peningkatan pendapatan harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas fasilitas, pelayanan publik, pemeliharaan kawasan, dan manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujar Rakhmadi dalam peringatan HUT ke-64 GBK, Kamis (24/9/2026). Salah satu agenda PPKGBK dalam transformasi kawasan adalah pengamanan aset negara. Pada periode 2025–2026, PPKGBK bersama sejumlah kementerian, lembaga dan pemangku kepentingan mengamankan kembali penguasaan aset negara di kawasan Blok 15 melalui proses hukum dan koordinasi lintas instansi.
Baca Juga: PPKGBK Buka Suara Soal Rencana Danantara Garap Eks Hotel Sultan Rakhmadi mengatakan, setelah aset kembali dikuasai negara, tantangan berikutnya adalah memastikan aset tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan manfaat ekonomi. “Momentum HUT GBK tahun ini menjadi kesempatan bagi kami untuk bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga aset negara. Amanah berikutnya adalah memastikan aset yang telah kembali dapat dikelola dengan baik, produktif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara,” kata dia. Selain optimalisasi aset, PPKGBK memperluas pemanfaatan kawasan melalui beragam kegiatan olahraga, hiburan dan MICE. Saat ini, kawasan GBK mencakup sejumlah venue seperti Stadion Utama GBK, Indonesia Arena, Istora Senayan, Tennis Indoor, Stadion Madya dan Jakarta International Convention Center (JICC). Menurut Rakhmadi, diversifikasi aktivitas tersebut membuat kawasan GBK tidak hanya bergantung pada kegiatan olahraga, tetapi juga memiliki sumber aktivitas ekonomi dari konser, pameran, konferensi, festival dan kegiatan komunitas.
Baca Juga: Industri MICE Bergairah, JIEXPO Tambah Kapasitas, ICE BSD Catat Kenaikan Event “Kepercayaan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan nasional dan internasional menunjukkan bahwa GBK semakin berkembang sebagai sebuah sports and entertainment district. Dampaknya juga harus dirasakan lebih luas oleh industri event, UMKM, hotel, transportasi, industri kreatif, tenaga kerja, dan perekonomian Jakarta,” ujarnya. Memasuki fase pengembangan berikutnya, PPKGBK juga tengah menjajaki peningkatan konektivitas kawasan Senayan. Salah satunya melalui komunikasi dengan pemerintah daerah dan pengelola pusat komersial terkait pengembangan konektivitas pejalan kaki. PPKGBK menyebut pembahasan tersebut masih berada pada tahap koordinasi dan pengembangan konsep. Salah satu opsi yang dijajaki adalah konektivitas bawah tanah yang dapat menghubungkan sejumlah pusat aktivitas di kawasan Senayan. Rencana tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan kawasan olahraga, hiburan, perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel dan ruang publik sekaligus meningkatkan akses bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi publik. Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama mengatakan, optimalisasi pengelolaan GBK perlu terus dilakukan dengan tetap memperhatikan fungsi kawasan sebagai aset negara dan ruang publik. “Pengelolaan aset yang baik tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memberikan manfaat optimal bagi masyarakat untuk berolahraga, menyelenggarakan event yang bervariasi, serta melayani seluruh stakeholder dengan baik,” ujar Setya.
Ke depan, PPKGBK akan melanjutkan optimalisasi aset melalui pengembangan fasilitas, peningkatan layanan, digitalisasi, konektivitas serta penguatan ekosistem olahraga, hiburan dan MICE. Dengan peningkatan aktivitas kawasan dan optimalisasi aset, PPKGBK menargetkan GBK tidak hanya menjadi pusat kegiatan olahraga, tetapi juga salah satu penggerak aktivitas ekonomi di kawasan Senayan dan Jakarta.
Baca Juga: Dyandra (DYAN) Fokus Garap Segmen Penyelenggara IP Event di Tahun Ini Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News