Pendapatan Premi Unitlink Prudential Indonesia Tumbuh 5% pada Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatatkan pendapatan premi dari unitlink tumbuh positif.

Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi menerangkan pendapatan premi unitlink mencapai Rp 3,9 triliun pada kuartal I-2026.

"Nilainya meningkat 5%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 3,7 triliun," katanya kepada Kontan, Rabu (1/7/2026).


Adit mengatakan peningkatan itu turut mendorong total pendapatan premi Prudential Indonesia yang mencapai Rp 5,5 triliun pada kuartal I-2026, atau naik 8,2% secara Year on Year (YoY).

Baca Juga: BTN Targetkan Dana Nasabah Kaya Tumbuh di Atas 20% hingga Akhir 2026

Adit melihat bahwa permintaan terhadap produk unitlink tahun ini mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, seiring dengan meningkatnya pemahaman nasabah terhadap risiko dan karakteristik produk berbasis investasi. Dia bilang hal itu didukung beberapa faktor utama, di antaranya perubahan kebutuhan masyarakat yang makin dinamis. 

"Sebab, nasabah membutuhkan kombinasi perlindungan dan investasi dalam satu solusi," ujarnya.

Selain itu, Adit menerangkan didukung juga peran unitlink sebagai produk jangka panjang, sehingga fluktuasi pasar jangka pendek tidak mengubah kebutuhan proteksi dan tujuan investasi jangka panjang nasabah.

Ditambah, ketersediaan pilihan subdana yang terdiversifikasi, sehingga memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko mereka. Adit juga bilang peningkatan itu tak terlepas dari upaya perusahaan dalam menghadirkan solusi yang relevan dan berpusat pada kebutuhan nasabah, termasuk melalui inovasi produk dan penguatan distribusi. 

Baca Juga: Mulai Rabu (1/7), BCA Sesuaikan Ketentuan Transaksi Valas Ikuti Aturan BI

Dia bilang kondisi itu juga mencerminkan bahwa literasi keuangan dan pemahaman nasabah terhadap produk asuransi makin meningkat. Dengan demikian, nasabah lebih mampu melihat unitlink sebagai instrumen jangka panjang, bukan sekadar kinerja jangka pendek.

Lebih lanjut, Adit menyampaikan produk unitlink masih menjadi kontributor terbesar terhadap total premi Prudential Indonesia. Adapun porsinya 71% terhadap total pendapatan premi perusahaan pada kuartal I-2026. Dia bilang prosinya sedikit menurun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 73%. 

Adit menjelaskan penurunan porsi itu mencerminkan adanya pergeseran bauran produk. Dia bilang produk tradisional mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi sebesar 16% YoY, menjadi Rp 1,6 triliun pada kuartal I-2026. Adapun kontribusinya meningkat dari 27% pada kuartal I-2025, menjadi 29% pada kuartal I-2026.

Dia bilang hal itu sejalan dengan pandangan perusahaan bahwa produk tradisional dan unitlink memiliki peran yang saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan nasabah di berbagai tahap kehidupan. 

"Proteksi dasar tetap menjadi prioritas, sedangkan unitlink menjadi solusi penting bagi kebutuhan proteksi yang terintegrasi dengan investasi," ucap Adit. 

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pendapatan premi unitlink mencapai Rp 14,86 triliun per April 2026. Nilainya tumbuh 11,14% secara Year on Year (YoY). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News