KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) membukukan penurunan kinerja sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perusahaan turun 60,9% secara tahunan menjadi Rp21,48 miliar dari Rp54,99 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan segmennya, Kimia Klinik masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp11,58 miliar. Namun, angka tersebut anjlok 74,4% dibandingkan 9M2025 yang mencapai Rp45,27 miliar. "Penurunan pendapatan terutama dipengaruhi penyesuaian pola pembelian pelanggan serta perubahan kebutuhan pada sejumlah kategori produk," kata manajemen PRDL dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Penurunan juga terjadi pada segmen Hematologi yang turun 32,1% menjadi Rp2,03 miliar. Pendapatan Jasa merosot 64,6% menjadi Rp307 juta, sedangkan Imunologi dan Biomolekuler turun 48,9% menjadi Rp11 juta.
Baca Juga: Prodia Diagnostic Line (PRDL) Siapkan 17 Produk Baru dan Perluas Pasar Di tengah penurunan tersebut, segmen Instrumen justru mencatat pertumbuhan. Pendapatan dari segmen ini naik 29,5% secara tahunan menjadi Rp7,56 miliar. Kontribusinya terhadap total pendapatan juga meningkat menjadi 35,2% dari sebelumnya 10,6%. Penurunan pendapatan turut menekan profitabilitas PRDL. Laba kotor pada 9M2026 tercatat Rp6,58 miliar, turun 82% dari Rp36,65 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Margin laba kotor pun menyusut menjadi 30,6% dari 66,7%. Alhasil, PRDL membukukan rugi operasi Rp9,3 miliar dan rugi bersih Rp11,09 miliar pada 9M2026. Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan masih mencatat laba operasi Rp19,84 miliar dan laba bersih Rp13,71 miliar. Meski demikian, tekanan terhadap EBITDA mulai mereda pada kuartal III-2026. LBITDA sepanjang 9M2026 tercatat Rp4,34 miliar, tetapi pada kuartal III hanya sebesar Rp43 juta. Beban usaha pada kuartal tersebut juga turun 43% secara tahunan menjadi Rp3,3 miliar.
Baca Juga: Prodia Widyahusada (PRDA) Targetkan Pendapatan Tumbuh hingga 5% pada 2026 Dari sisi neraca, kondisi PRDL justru semakin kuat. Kas dan setara kas per September 2026 mencapai Rp21,8 miliar, naik dari Rp10,8 miliar pada akhir 2025. Perusahaan juga telah membayar utang bank sebesar Rp35,8 miliar sepanjang 9M2026. Alhasil, total utang berbunga turun 35,7% menjadi Rp60,6 miliar dari Rp94,3 miliar pada akhir 2025. Rasio utang berbunga terhadap ekuitas juga turun menjadi 0,46 kali dari 1,14 kali.
Ke depan, PRDL akan mengejar pertumbuhan melalui perluasan basis pelanggan, khususnya rumah sakit dan laboratorium swasta. Perusahaan juga memperkuat sinergi dengan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), mengikuti tender serta mengembangkan produk baru dan solusi point of care testing (POCT). Selain itu, PRDL melihat peluang pertumbuhan dari layanan kalibrasi dan pemeliharaan instrumen. Perusahaan juga akan mengoptimalkan fasilitas produksi baru yang memiliki kapasitas hingga empat kali fasilitas sebelumnya untuk meningkatkan utilisasi dan penyerapan biaya tetap.
Baca Juga: Perkuat Layanan Digital, Prodia (PRDA) Hadirkan Fitur U-Buddy di Aplikasi U by Prodia Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News