Pendapatan Rendah, Belanja Program Sosial Tinggi Jadi Alasan Moody's Pangkas Outlook



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Moody’s memangkas outlook Indonesia dari stabil menjadi negartif. Moody’s menyebut salah satu penyebabnya adalah dalam setahun terakhir terjadi penurunan konsistensi dan koherensi dalam proses perumusan kebijakan, disertai komunikasi kebijakan yang kurang efektif. 

Kondisi ini tercermin dari meningkatnya volatilitas pasar saham dan nilai tukar, serta penurunan skor Indonesia dalam indikator tata kelola global, khususnya pada efektivitas pemerintah dan kualitas regulasi.

Moody’s dalam riset 5 Februari 2026, fokus pemerintah untuk mendorong pertumbuhan melalui peningkatan belanja publik juga dinilai membawa risiko fiskal, mengingat basis penerimaan negara yang masih lemah. Meski ada upaya perbaikan administrasi pajak dan kepabeanan, rekam jejak perluasan basis pajak dinilai belum cukup kuat untuk mengimbangi rencana ekspansi belanja, termasuk program sosial seperti Makan Bergizi Gratis dan Perumahan Terjangkau.


Baca Juga: Purbaya Bantah Ketua OJK Akan Ditunjuk Langsung, Tetap Ada Panitia Seleksi

Tekanan fiskal berpotensi meningkat apabila program-program tersebut diperluas, mengingat ukuran anggaran pemerintah relatif kecil dibandingkan skala ekonomi nasional.

Moody’s menyebut, outlook dapat kembali stabil apabila pemerintah mampu memperkuat kejelasan dan konsistensi kebijakan serta menunjukkan komitmen kuat terhadap reformasi. Sebaliknya, tekanan penurunan peringkat dapat muncul jika terjadi pelebaran defisit fiskal tanpa reformasi pendapatan, pelemahan signifikan posisi eksternal, atau memburuknya kesehatan keuangan BUMN akibat lemahnya tata kelola Danantara.

Namun untuk menaikkan rating dinilai masih sulit, Dalam riset yang sama Moody’s menegaskan peringkat Indonesia masih di level Baa2. Peringkat ini didukung oleh kekuatan struktural seperti kekayaan sumber daya alam dan demografi yang menguntungkan, yang menopang pertumbuhan ekonomi jangka menengah. Kebijakan fiskal dan moneter yang relatif pruden juga dinilai tetap menjaga stabilitas makroekonomi.

Selanjutnya: Purbaya Bantah Ketua OJK Akan Ditunjuk Langsung, Tetap Ada Panitia Seleksi

Menarik Dibaca: 4 Jenis Cokelat Terbaik untuk Valentine yang Beda dari Biasanya, Pasangan Pasti Suka!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News