Pendapatan Samator (AGII) Tembus Rp 3 Triliun, Namun Laba Bersih Turun pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan senilai Rp 3 triliun sepanjang tahun 2025. Pendapatan AGII meningkat 3,44% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan capaian Rp 2,90 triliun pada tahun 2024.

Pada saat yang sama, beban pokok penjualan AGII menyusut 0,61% (yoy) menjadi Rp 1,62 triliun. Hasil ini mendongkrak perolehan laba kotor AGII sebesar 8,66% (yoy) dari Rp 1,27 triliun menjadi Rp 1,38 triliun pada tahun 2025.

Namun, beban penjualan AGII mendaki 11,08% menjadi Rp 610,51 miliar. Begitu juga dengan beban umum dan administrasi yang meningkat 7,21% (yoy) menjadi Rp 359,09 miliar. Sementara itu, penghasilan lain AGII berbalik menjadi beban lain neto sebesar Rp 10,40 miliar pada 2025.


Hasil tersebut memangkas laba usaha AGII sebesar 1,26% dari Rp 406,16 miliar menjadi Rp 401,03 miliar. Setelah dijumlah dengan penghasilan keuangan, beban keuangan dan beban pajak penghasilan, AGII membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 62,61 miliar pada 2025.

Baca Juga: Jhonlin Agro Raya (JARR) Siap Pasok B50, Andalkan Kapasitas FAME 495.000 MT per Tahun

Laba tahun berjalan AGII turun 43,17% dibandingkan raihan Rp 110,19 miliar pada 2024. Secara bottom line, AGII meraih laba bersih sebesar Rp 58,37 miliar pada 2025. Keuntungan AGII terjun 44,37% dibandingkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2024, yang kala itu sebesar Rp 104,94 miliar.

Direktur Utama Samator Indo Gas Rachmat Harsono mengatakan, AGII secara keseluruhan mampu menjaga kinerja dengan solid di tengah dinamika eksternal dan berbagai faktor non-operasional selama periode berjalan. Rachmat menyoroti upaya berkelanjutan AGII dalam memperkuat kualitas pendapatan, menjaga profitabilitas, serta meningkatkan efisiensi operasional secara konsisten.

Rachmat menjelaskan, pertumbuhan penjualan AGII terdorong oleh permintaan yang stabil dari berbagai sektor strategis seperti sektor kesehatan, infrastruktur, manufaktur dan consumer goods serta jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia. Dengan infrastruktur yang terintegrasi dan basis pelanggan yang terdiversifikasi, AGII terus memperkuat perannya sebagai mitra utama bagi industri nasional.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, rasio laba kotor meningkat menjadi 45.9%, mencerminkan pertumbuhan volume penjualan yang solid serta kemampuan AGII dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi. Selain itu,  AGII mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 2,9%, yang menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan arus kas operasional yang sehat dan berkelanjutan.

Rachmat pun menegaskan bahwa AGII akan fokus mendukung kebutuhan industri nasional.

“Sebagai pemain gas industri terbesar di Indonesia, kami terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan efisiensi, serta pengembangan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan industri nasional yang terus berkembang,” ungkap Rachmat melalui keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga: Efek Perang AS-Israel Versus Iran, Harga Air Dalam Kemasan Bisa Mahal, Kok Bisa?

Performa bisnis AGII didukung pengalaman panjang di industri, jaringan fasilitas produksi dan distribusi yang luas, serta kapabilitas operasional yang teruji. Rachmat meyakini AGII berada pada posisi yang kuat untuk menangkap peluang pertumbuhan di berbagai sektor strategis, termasuk industri, kesehatan, dan energi, yang terus menunjukkan prospek positif ke depan.

Rachmat optimistis, ke depan AGII dapat melanjutkan momentum pertumbuhan yang telah terbangun, dengan berfokus pada ekspansi strategis di pasar domestik maupun internasional, pengembangan inovasi layanan yang bernilai tambah, serta komitmen dalam menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News