Pendapatan Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik 10% pada 2019



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membukukan pendapatan Rp 6,45 triliun pada 2019. Jumlah ini naik 10% dari pendapatan TOWR 2018 yang sebesar Rp 5,87 triliun. 

Pada tahun lalu, bisnis sewa menara yang menjadi kontributor terbesar pendapatan total TOWR, yakni mencapai 86,5% hanya tumbuh 4,6% year on year (yoy) menjadi Rp 5,58 triliun. 

Baca Juga: Lakukan efisiensi, laba Adhi Karya (ADHI) di 2019 naik 3,05% meski pendapatan turun


Sebaliknya, bisnis sewa Very Small Aperture Terminal (VSAT) yang baru menyumbang 6,2% dan sewa Metropolitan Wireless Fiber Optic (MWIFO) yang berkontribusi 7,3% terhadap pendapatan total TOWR mencatatkan pertumbuhan dua digit. Pendapatan dari VSAT, jasa telekomunikasi yang menggunakan teknologi satelit meningkat 37,4% yoy, dari Rp 292,95 miliar pada 2018 menjadi Rp 402,54 miliar. 

Bahkan, pendapatan dari MWIFO sebagai jasa telekomunikasi yang menggunakan jaringan serat optik dan nirkabel melesat 98,6% yoy, dari Rp 236,16 miliar menjadi Rp 469 miliar.

Sementara itu, jika dilihat dari pelanggannya, maka PT Huchtison 3 Indonesia masih menjadi kontributor terbesar pendapatan TOWR, yakni 31% atau setara Rp 2,03 triliun.  Disusul PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 1,87 triliun (29%), PT Telekomunikasi Seluler Rp 1,11 triliun (17%), dan PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 481,95 miliar (7%). 

Kenaikan pendapatan TOWR ini disertai beban-beban TOWR yang juga meningkat. Depresiasi dan amortisasi naik 21,1% yoy menjadi Rp 1,35 triliun, lalu beban pokok pendapatan bertambah 17,3% yoy ke Rp  1,81 triliun, serta beban penjualan dan pemasaran naik 35,1% yoy menjadi Rp 147,62 miliar.

Baca Juga: Bagi dividen, harga saham BBCA berpeluang naik

Selanjutnya, beban umum dan administrasi meningkat 16% yoy ke Rp 463,05 miliar, beban usaha lainnya melesat 294,5% yoy menjadi Rp 108 miliar, dan biaya keuangan naik 9,8% yoy ke Rp 957,88 miliar. 

Beban pajak final TOWR juga melonjak 342,9% yoy, dari Rp 23,58 miliar pada 2018 menjadi Rp 104,43 miliar. Meskipun begitu, TOWR masih membukukan kenaikan laba bersih sebesar 6,4% yoy, dari Rp 2,2 triliun pada 2018 menjadi Rp 2,34 triliun. 

Adapun aset TOWR meningkat 20,5% secara tahunan ke Rp 27,67 triliun. Ini sejalan dengan utang TOWR yang bertambah 26,7% yoy menjadi Rp 18,91 triliun dan ekuitas yang tumbuh 9,1% yoy menjadi Rp 8,76 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi