JAKARTA. Tahun ini tampaknya bukan tahun yang postif bagi perusahaan perakitan elektronik, PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN). Perlambatan ekonomi membuat bisnis perakitan elektronik Sat Nusapersada menurun. Mengutip kinerja perusahan seperti dilaporkan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga kuartal III 2015, penjualan Sat Nusapersada turun sebesar 26% menjadi US$ 67,575 juta. Pada periode sama tahun lalu pendapatan Sat Nusapersada mencapai US$ 91,642 juta. Direktur Sat Nusapersada, Bidin Yusuf menjelaskan, penurunan tersebut terjadi karena kondisi ekonomi yang melambat. “Banyak yang menurunkan produksi dan akhirnya permintaan juga berkurang,” ujar Bidin kepada KONTAN, Senin (9/11).
Pendapatan Sat Nusapersada anjlok 26%
JAKARTA. Tahun ini tampaknya bukan tahun yang postif bagi perusahaan perakitan elektronik, PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN). Perlambatan ekonomi membuat bisnis perakitan elektronik Sat Nusapersada menurun. Mengutip kinerja perusahan seperti dilaporkan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga kuartal III 2015, penjualan Sat Nusapersada turun sebesar 26% menjadi US$ 67,575 juta. Pada periode sama tahun lalu pendapatan Sat Nusapersada mencapai US$ 91,642 juta. Direktur Sat Nusapersada, Bidin Yusuf menjelaskan, penurunan tersebut terjadi karena kondisi ekonomi yang melambat. “Banyak yang menurunkan produksi dan akhirnya permintaan juga berkurang,” ujar Bidin kepada KONTAN, Senin (9/11).