JAKARTA. Tahun ini tidak terlalu hoki bagi produsen perakitan elektronik PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN). Perlambatan ekonomi yang menurunkan daya beli, berimbas pada penjualan Sat Nusapersada sampai kuartal III-2015. Merujuk laporan Sat Nusapersada di Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan Sat Nusapersada turun 26% menjadi US$ 67,575 juta di kuartal III-2015. Adapun penjualan Sat Nusapersada tahun 2014 lalu tercatat US$ 91,642 juta. Bidin Yusuf Direktur Sat Nusapersada menjelaskan, penurunan penjualan mereka karena kondisi ekonomi yang melambat dan menyebabkan bisnis pelanggan mereka tergerus. "Pesanan berkurang sehingga produksi kami turun," ujar Bidin kepada KONTAN, Senin (9/11).
Pendapatan Sat Nusapersada turun 26%
JAKARTA. Tahun ini tidak terlalu hoki bagi produsen perakitan elektronik PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN). Perlambatan ekonomi yang menurunkan daya beli, berimbas pada penjualan Sat Nusapersada sampai kuartal III-2015. Merujuk laporan Sat Nusapersada di Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan Sat Nusapersada turun 26% menjadi US$ 67,575 juta di kuartal III-2015. Adapun penjualan Sat Nusapersada tahun 2014 lalu tercatat US$ 91,642 juta. Bidin Yusuf Direktur Sat Nusapersada menjelaskan, penurunan penjualan mereka karena kondisi ekonomi yang melambat dan menyebabkan bisnis pelanggan mereka tergerus. "Pesanan berkurang sehingga produksi kami turun," ujar Bidin kepada KONTAN, Senin (9/11).