Pendapatan SMRU turun 7,74% di semester 1



JAKARTA. Kinerja PT SMR Utama Tbk pada semester I 2016 masih tertahan. Emiten berkode SMRU tersebut pada enam bulan pertama 2016 mencatatkan penurunan pendapatan 7,74% dari periode sebelumnya. Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, pendapatan SMRU tercatat sebesar US$ 18,45 juta menjadi US$ 17,02 juta. "Kontribusi pendapatan SMRU lebih banyak didapat dari jasa penambangan pada semester I 2016 yang tercatat sebesar US$ 16,42 juta dan penyewaan alat berat sebesar US$ 595.299," ujar J. Wahyoedi Hidayat, Presiden Direktur PT SMR Utama Tbk dalam laporan keuangan yang dirilis kemarin (2/8). 

Selain itu, beban pokok penjualan juga terlihat naik 13,27% dari sebelumnya US$ 18,2 juta menjadi US$ 20,62 juta. Jumlah tersebut disebabkan peningkatan pemeliharaan dan perbaikan aset 77,48% dari periode sebelumnya yang hanya US$ 2,84 juta menjadi US$ 5,03 juta. Selain itu, beban operasi penambangan juga meningkat 32,08% dari sebelumnya US$ 1,44 juta menjadi US$ 1,9 juta. Hal tersebut menyebabkan SMRU mencatatkan rugi kotor sebesar US$ 3,59 juta. Padahal sebelumnya emiten ini masih mencatatkan laba kotor sebesar US$ 244,92. Rugi usaha juga tercatat meningkat 48,96% dari sebelumnya US$ 5,54 juta menjadi US$ 8,25 juta. Sehingga rugi bersih pada semester I SMRU tercatat naik 53,52% dari US$ 5,46 juta menjadi US$ 8,38 juta.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Rizki Caturini