KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (
SMCB) merealisasikan pendapatan sebesar Rp 8,48 triliun pada periode Januari-September 2026, angka ini tumbuh 8,3% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp 7,87 triliun.
Data industri menunjukkan penjualan semen domestik sepanjang Januari - September 2026 mencapai 49,45 juta ton, tumbuh 8,3% secara tahunan. Momentum pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan kenaikan volume penjualan semen dan terak, termasuk ekspor, sebesar 3,16% menjadi 9,17 juta ton dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.
Hingga kuartal III-2026, laba kotor SMCB tercatat meningkat 7,16% menjadi Rp 1,88 triliun, sementara laba bersih tercatat Rp 476,69 miliar.
Baca Juga: Volume Penjualan Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Tumbuh 6,9% Sepanjang Semester I-2026 Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan bahwa pertumbuhan bisnis perlu berjalan beriringan dengan penguatan fundamental agar perseroan mampu menjaga daya saing dan ketahanan usaha dalam jangka panjang, terutama dalam konteks tingginya biaya energi dan distribusi yang menjadi tantangan berat kinerja industri saat ini. “Bagi kami, pertumbuhan tidak hanya diukur dari peningkatan volume penjualan, tetapi juga dari kemampuan menjaga profitabilitas melalui
operational excellence, efisiensi biaya, disiplin pengelolaan keuangan, serta memperkuat daya saing dengan mengoptimalkan peluang pasar domestik dan mengembangkan pasar ekspor untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Rizki, dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Perkuat Pasar Domestik dan Ekspor Solusi Bangun Indonesia memperkuat pasar domestik melalui kehadiran kembali produk Semen Kujang di Jawa Barat dan penguatan kemitraan dengan distributor dan pemilik toko.
Perusahaan juga memasok material konstruksi pada berbagai proyek infrastruktur strategis seperti pembangunan dermaga dan jalan tol yang mendukung konektivitas dan kelancaran logistik nasional, serta proyek pemerintah seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah di Bangka Belitung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Selain memperkuat pasar domestik, Perusahaan terus mengembangkan pasar ekspor untuk memperluas basis pelanggan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas produksi.
Baca Juga: Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Buka Peluang Baru, Targetkan Ekspor 1 Juta Ton ke AS Setelah menyelesaikan pembangunan dermaga khusus untuk ekspor semen, Perusahaan mulai merealisasikan ekspor semen pada Juni 2026, sekaligus memperluas bisnis ekspor ke produk bernilai tambah lebih tinggi.
Hingga September 2026, Solusi Bangun Indonesia telah mengekspor lebih dari 300.000 ton semen khusus ke Pantai Barat Amerika Serikat melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation. “Ke depan, kami akan terus memperkuat keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, dan profitabilitas. Dengan mengoptimalkan peluang pasar, meningkatkan produktivitas, serta menjaga disiplin keuangan, kami berupaya membangun ketahanan bisnis dan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Rizki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News