Pendapatan tertekan, Duta Intidaya (DAYA) catat rugi bersih RP 50,37 miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) mengantongi kerugian sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2020. Mengutip laporan keuangannya, hingga kuartal III-2020 DAYA mencatat rugi bersih periode berjalan sebesar Rp 50,37 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu DAYA masih mencatatkan laba Rp 685,13 juta. 

Kerugian yang dialami emiten pengelola gerai Watson itu tidak terlepas dari pendapatan bersihnya yang tertekan. Hingga kuartal III 2020, DAYA mengantongi pendapatan bersih Rp 660,68 miliar turun 14,96% year on year (yoy). Pada kuartal III 2019 DAYA membukukan pendapatan bersih hingga Rp 776,86 miliar. 

Asal tahu saja, pendapatan bersih DAYA berasal dari pendapatan dan penjualan konsinyasi. Sejak Januari hingga September 2020, keduanya mengalami penurunan. 


Penjualan terkikis 7,73% yoy menjadi Rp 484,52 miliar dan penjualan konsiyasi juga melorot 30,02%yoy menjadi Rp 176,16 miliar. 

Baca Juga: Duta Intidaya (DUTA) sudah buka 3 gerai baru Watson tahun ini

Selain pendapatan bersihnya yang terkikis, tekanan pada bottom line DAYA juga disebabkan oleh beberapa beban yang membengkak. Misalnya, beban usaha yang naik tipis 2,8% yoy menjadi Rp 262,07 miliar. Ada juga beban lain-lain yang naik 26,97% yoy menjadi Rp 3,06 miliar dan beban keuangan meningkat 8,37% yoy menjadi Rp 11,14 miliar. 

Akan tetapi, kerugian selisih kurs yang paling memberatkan secara signifikan, hingga Rp 5,04 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, DAYA mengantongi keuntungan selisih kurs Rp 1,46 miliar. 

Selain itu, hingga kuartal III ini DAYA membukukan beban bunga hingga Rp 2,78 miliar. Padahal pada tahun lalu, akun beban bunga tidak tercatat.  

Sekadar informasi, hingga kuartal III-2020 aset DAYA mencapai Rp 667,91 miliar, turun dibanding akhir tahun 2019 yang sebesar Rp 730,5 miliar. Untuk liabilitas turun 2,18% menjadi Rp 548,59 miliar dan ekuitas juga turun 29,68% menjadi Rp 119,33 miliar.

Selanjutnya: Begini strategi Duta Intidaya (DAYA) siasati gerai Watson yang terdampak corona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi