Pendapatan TOTO mengalir deras dari bisnis keran



JAKARTA. Kinerja bisnis dan keuangan produsen keramik dan saniter PT Surya Toto Indonesia Tbk masih memancar di paruh pertama tahun ini. Selama enam bulan pertama tahun ini, Surya Toto telah mencetak pendapatan senilai Rp 1,02 triliun. 

Mengacu pada laporan keuangan semester I-2014, pendapatan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten TOTO ini naik 21,36% jika dibandingkan dengan pendapatan periode serupa tahun lalu  yang senilai Rp 841,11 miliar. 

Hanafi Atmadiredja, Presiden Direktur TOTO, menjelaskan, kenaikan kinerja penjualan terjadi karena adanya lonjakan penjualan produk fittings alias keran air. "Kami banyak mengeluarkan produk baru keran, selain itu kami juga gencar berpromosi," terang Hanafi kepada KONTAN, Selasa (26/8).


Hanafi bilang, peluncuran produk baru dan penguatan promosi merupakan jurus andalan perseroan untuk mendongkrak pendapatan. Walhasil sampai Juni tahun ini, penjualan keran atau fittings menyumbang 47,94% dari total pendapatan atau setara Rp 489,86 miliar. Angka ini tumbuh 29,31% jika dibandingkan penjualan periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp 378,82 miliar. 

Adapun porsi pendapatan terbesar disumbang oleh penjualan produk sanitary sebesar 49,9% atau senilai Rp 509,9 miliar. Setelah itu baru penjualan produk fittings, menyusul setelah itu penjualan dari system kitchen senilai Rp 17 miliar, dan electrical appliances berikut dengan aksesori senilai Rp 3,94 miliar. 

Selain menggarap pasar domestik, TOTO terus menggeber penjualan di pasar ekspor. Ini terlihat dari sumbangan penjualan ekspor TOTO yang tercatat sebesar 25% dari total penjualan perseroan sampai Juni 2014. Dengan estimasi pasar ekspor sebesar 25% ini, berarti pendapatan perseroan dari ekspor setara dengan Rp 255 miliar.

Hanafi optimistis, sampai akhir tahun ini, Surya Toto mampu mengejar porsi penjualan ekspor hingga 30%. Adapun tujuan pasar ekspor TOTO adalah: Jepang, Amerika, Malaysia, dan Singapura. "Ekspor terbesar kami adalah Malaysia dan Singapura," terang Hanafi. 

Tak hanya pendapatan TOTO saja yang naik di paruh pertama tahun ini. Laba perseroan juga naik di semester I-2014 menjadi Rp 163,94 miliar atau tumbuh 19,15% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 137,59 miliar. 

Untuk diketahui saja, TOTO memiliki tiga lokasi produksi di wilayah Tangerang. Untuk produk sanitary diproduksi di pabrik Cikupa dan produk fittings diproduksi di Serpong, sementara produk kitchen dan vanity set diproduksi di Pasar Kamis Tangerang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia