Pendapatan Tripar Multivision Plus (RAAM) Turun 21% Sepanjang 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) membukukan kinerja yang menurun sepanjang 2025, baik secara top line maupun bottom line.

Merujuk laporan keuangannya, penjualan neto RAAM sebesar Rp 180,96 miliar pada 2025, turun 21,1% yoy dari Rp 229,3 miliar pada tahun sebelumnya. 

Manajemen RAAM bilang, penurunan ini sebagian besar mencerminkan jadwal perilisan film dan siklus monetisasi, serta portofolio konten yang lebih selektif pada tahun lalu.


Sepanjang 2025, RAAM tidak memproduksi sinetron maupun web series, yang turut menekan monetisasi library dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kinerja Tripar Multivision Plus (RAAM) Masih Lesu Hingga kuartal III 2025

Kendati demikian, kinerja mulai pulih memasuki kuartal I 2026, ditandai dengan keberhasilan memasok satu judul sinetron ke stasiun televisi free-to-air (FTA), serta diperolehnya kontrak penyediaan library senilai lebih dari Rp45 miliar.

Meski penjualan turun, rugi bersih menyempit secara signifikan menjadi Rp 54,30 miliar dari Rp 178,77 miliar pada 2025.

Perseroan juga mencatatkan arus kas operasi positif sebesar Rp 16,97 miliar, yang dinilai mencerminkan pengelolaan modal kerja yang lebih ketat serta monetisasi portofolio konten yang berkelanjutan.

Dari sisi neraca, RAAM menutup tahun dengan total liabilitas sebesar Rp 404,65 miliar dan ekuitas sebesar Rp1,30 triliun per 31 Desember 2025.

Rasio utang terhadap ekuitas perseroan berada di kisaran 0.23 kali, memberikan ruang yang cukup untuk menjalankan rencana ekspansi di bidang produksi konten dan pengembangan jaringan bioskop.

"FY2025 merupakan tahun konsolidasi bagi RAAM. Kinerja keuangan kami dipengaruhi oleh jadwal perilisan dan pengakuan biaya yang lebih tinggi, namun kami berhasil membuat kemajuan nyata dalam memperkuat fondasi operasional dan disiplin keuangan Perseroan,” ujar Vikas Chand Sharma, Direktur Keuangan RAAM dalam keterbukaan informasi, Rabu (1/4/2026).

Sepanjang tahun, RAAM terus melaksanakan strategi jangka panjangnya sebagai platform hiburan terintegrasi.

Baca Juga: Tripar Multivision (RAAM) Perluas Pipeline Film lewat Co-Investment dengan IRSX

Perseroan menjaga keaktifan jalur produksi kontennya, memperluas jangkauan distribusi ke pasar internasional, serta melanjutkan ekspansi jaringan Platinum Cineplex dengan pembukaan lokasi-lokasi baru di kawasan yang sedang berkembang.

RAAM juga mengembangkan ekosistemnya yang lebih luas melalui berbagai inisiatif strategis, di antaranya kolaborasi dengan IRSX serta investasi yang mencakup konten, distribusi, dan eksibisi.

Ke depannya, RAAM sedang mempersiapkan rencana untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa yang akan datang atas rencana Penawaran Umum Terbatas.

Dana yang diperoleh direncanakan untuk memperkuat permodalan RAAM dan mendanai ekspansi segmen eksibisi, khususnya pembangunan lebih dari 50 lokasi Platinum Cineplex baru di seluruh Indonesia.

Inisiatif ini mencerminkan keyakinan RAAM terhadap pertumbuhan permintaan bioskop yang berkelanjutan, terutama di pasar tier-2 dan tier-3 yang masih belum terlayani secara optimal.

Baca Juga: DMMX Gandeng HB Entertainment Adaptasi K-Drama Virgo and the Sparklings

Hal ini juga merupakan inti dari strategi perseroan untuk membangun ekosistem hiburan terintegrasi penuh yang mencakup produksi konten, distribusi, dan eksibisi. 

“Kami tetap optimis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang industri hiburan Indonesia. RAAM berada pada posisi yang tepat untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan terhadap konten lokal dan terus berkembangnya infrastruktur bioskop di seluruh penjuru negeri,” tambah Vikas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News