Pendapatan Tumbuh, IPCM Optimalkan Armada dan Perluas Pasar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) memperkuat strategi bisnis melalui optimalisasi utilisasi armada, efektivitas pola operasional, dan perluasan pasar secara selektif untuk menjaga pertumbuhan usaha jasa kepelabuhanan.

Direktur Utama Jasa Armada Indonesia Dwi Rahmad Toto menjelaskan IMPC akan memperkuat bisnis inti dengan mengoptimalkan layanan dan wilayah yang telah memiliki kinerja baik, sekaligus meningkatkan produktivitas armada.

“Yakni mengoptimalkan layanan dan wilayah yang telah memiliki kinerja baik, meningkatkan utilisasi armada, menjaga disiplin pengendalian biaya, serta memperluas pasar secara selektif,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026). 


Selain mengoptimalkan armada, IPCM mendorong efektivitas pola operasi agar pelayanan kepada pelanggan semakin responsif dan waktu tunggu kapal di pelabuhan semakin singkat. Perusahaan juga memperkuat pengelolaan pemeliharaan kapal secara terencana.

Baca Juga: Jasa Armada (IPCM) Resmi Masuk Daftar Konstituen IDX MES BUMN 17

Toto bilang IPCM tengah mengembangkan pemanfaatan teknologi pendukung operasional, seperti inverter atau sistem hibrida, panel surya, sambungan listrik darat, dan generator pelabuhan ketika kapal tidak beroperasi penuh.

Di sisi pengembangan bisnis, IPCM memperkuat sinergi dalam ekosistem Pelindo Group sekaligus menjajaki peluang pasar di luar ekosistem tersebut. Langkah ini diarahkan untuk memperluas sumber pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Strategi tersebut berjalan seiring dengan kinerja pendapatan IPCM yang mencapai Rp 1,15 triliun hingga September 2026, meningkat 5,33% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan terutama ditopang jasa pelayanan kapal sebesar Rp 1,11 triliun, dengan kontribusi utama dari jasa penundaan kapal senilai Rp 1,05 triliun yang tumbuh 7,74% secara tahunan.

Dari sisi neraca, aset lancar entitas usaha Pelindo ini meningkat 5,53% menjadi Rp 1,07 triliun. IPCM juga membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 165,77 miliar hingga 30 September 2026.

“Pertumbuhan pendapatan pada kuartal III-2026 didukung oleh optimalisasi pola operasi yang membuat pemanfaatan armada lebih baik, pelayanan kepada pelanggan lebih responsif sehingga waktu tunggu kapal di pelabuhan semakin singkat,” kata Toto. 

Dia meyakini penguatan produktivitas armada, pengendalian biaya, dan ekspansi pasar secara terukur dapat memperkuat daya saing perusahaan sambil memperhatikan keselamatan, keandalan layanan, serta prinsip keberlanjutan.

Baca Juga: TPIA Buka Akses Pelabuhan ke Pihak Eksternal, Bidik Bisnis Logistik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News