JAKARTA. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengalami penurunan kinerja selama semester I 2015. Laba bersih perseroan melorot 45% secara year on year (yoy). Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan BSDE, Jumat (31/7), perseroan hanya berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,41 triliun atau turun 45% dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,5 triliun. Alhasil, laba per saham (EPS) emiten properti ini turun dari Rp 142,49 menjadi Rp 75,24 per saham. Kendati laba bersih anjlok cukup dalam, pendapatan usaha anak usaha Sinarmas Grup ini masih mencatat pertumbuhan sebesar 37,5% menjadi Rp 3,36 triliun dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,22 triliun. Bahkan, perseroan juga mencatat keuntungan dari selisih kurs sebesar Rp 72,5 miliar atau naik dari Rp 2,8 miliar pada semester I tahun sebelumnya. Melorotnya laba bersih perseroan terjadi karena turunnya bagian laba bersih investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama, dari Rp 1,58 triliun semester I 2014 menjadi Rp 449 juta.
Pendapatan tumbuh, laba bersih BSDE malah merosot
JAKARTA. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengalami penurunan kinerja selama semester I 2015. Laba bersih perseroan melorot 45% secara year on year (yoy). Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan BSDE, Jumat (31/7), perseroan hanya berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,41 triliun atau turun 45% dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,5 triliun. Alhasil, laba per saham (EPS) emiten properti ini turun dari Rp 142,49 menjadi Rp 75,24 per saham. Kendati laba bersih anjlok cukup dalam, pendapatan usaha anak usaha Sinarmas Grup ini masih mencatat pertumbuhan sebesar 37,5% menjadi Rp 3,36 triliun dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,22 triliun. Bahkan, perseroan juga mencatat keuntungan dari selisih kurs sebesar Rp 72,5 miliar atau naik dari Rp 2,8 miliar pada semester I tahun sebelumnya. Melorotnya laba bersih perseroan terjadi karena turunnya bagian laba bersih investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama, dari Rp 1,58 triliun semester I 2014 menjadi Rp 449 juta.