Pendapatan tumbuh mini di kuartal I, IPCC masih optimistis dengan target tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) optimis bisa meraih target pertumbuhan pendapatan dan laba pada tahun ini. Direktur Utama IPCC Chiefy Adi menyebut, bahwa secara tren, semester II nanti merupakan musim panen bagi perusahaannya.

Sebagai informasi, pendapatan IPCC di kuartal I tahun ini baru tumbuh sebesar 2% dibanding tahun lalu yakni sebesar Rp 117, 41 miliar. “Agak melambat lantaran kondisi yang cenderung wait and see jelang pemilihan umum kemarin,” kata Chiefy, Rabu (17/6).

Melihat kondisi tersebut, pihaknya enggan merevisi target pendapatan serta laba pada tahun ini. Ia mengatakan, perusahaannya tetap optimis. “Kami targetkan pendapatan tumbuh 20%. Sedangkan laba 30%,” kata Chiefy.


Sebagai informasi, pendapatan IPCC di tahun 2018 lalu sebesar Rp 521, 83 miliar. Sedangkan untuk laba sendiri IPCC berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 170,18 miliar.

Hitung-hitungan Kontan menemukan, bila target tersebut berhasil diraih maka di akhir tahun 2019 nanti pendapatan IPCC akan ada di angka Rp 626, 19 miliar. Sedangkan labanya akan berada di angka Rp 221, 23 miliar.

Chiefy mengatakan ada beberapa strategi yang dilakukan demi bisa menggenapi target tersebut. Efisiensi ia sebut menjadi kunci perusahaannya pada tahun ini. “Kuartal I lalu kami berhasil menekan cost hingga 6,5% secara year on year,” ujarnya.

Strategi itu disebutnya berhasil lantaran laba perusahaan sendiri mencapai Rp 49,08 miliar sepanjang periode tersebut. Laba IPCC sendiri tumbuh sebesar 28,38% bila dibanding kuartal I tahun lalu yang sebesar Rp 38,23 miliar.

Selain efisiensi, strategi lain yang akan digunakan perusahaan untuk bisa meraih target adalah dengan terus menggencarkan ekspansi lahan. Pihaknya sudah menyiapkan sekitar Rp 90 miliar untuk membangun lahan parkir seluas 4 hektar. Perluasan itu dilakukan demi bisa menampung kendaraan yang akan didistribusikan lebih banyak.

Chiefy menyitir data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Gaikindo mengatakan perusahaan produsen otomotif akan menggenjot kinerja hingga 70% di semester kedua 2019. “Makanya ekspansi terus kami lakukan untuk bisa mengakomodir jumlah produk otomotif tersebut,” kata Chiefy.

Dana ekspansi merupakan bagian dari capital expenditure atau belanja modal sebesar Rp 330 miliar yang dianggarkan IPCC pada tahun ini. Seluruh dana itu Chiefy sebut diambil dari dana initial public offering (IPO) pada tahun 2018 lalu serta dari internal kas perusahaan. “Sekitar 65% dari IPO dan sisanya dari kas,” kata Chiefy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi